Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Ternak Kambing Berbasis Zakat di Singkawang Tunjukkan Hasil Positif.

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 22:21 WIB | Oleh:
Program Ternak Kambing Berbasis Zakat di Singkawang Tunjukkan Hasil Positif. Doc: Antara Foto
Ket. Ketua Baznas Singkawang Mahmudi.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), menyebut program pembinaan peternak kambing berbasis zakat atau Balai Ternak Baznas, mulai menunjukkan perkembangan positif dan mampu membantu meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah Singkawang Utara.

Ketua Baznas Singkawang Mahmudi mengatakan saat ini program ternak kambing binaan Baznas telah melibatkan tujuh kelompok peternak dengan total 21 anggota.

“Alhamdulillah, saat ini sudah mulai berkembang,” kata Mahmudi di Singkawang, Minggu.

Ia menjelaskan setiap anggota kelompok mendapatkan satu kambing untuk dipelihara secara mandiri, termasuk mencari pakan dan melakukan perawatan harian ternak.

Menurut dia, pola pembinaan tersebut diterapkan untuk membangun kemandirian peternak, sekaligus meningkatkan tanggung jawab dalam pengelolaan ternak.

“Jadi setiap orang diberikan kambing satu ekor dan dialah yang mencarikan makanannya,” ujar Mahmudi.

Mahmudi mengatakan Balai Ternak Baznas di Kecamatan Singkawang Utara pada awal program memiliki 40 kambing dan kini bertambah menjadi 50 kambing.

Penambahan populasi ternak tersebut, kata dia, tidak hanya berasal dari program pembinaan Baznas, tetapi juga dari ternak milik warga yang kemudian bergabung dalam kelompok binaan.

Baznas, lanjut dia, menyediakan kandang dan fasilitas dasar peternakan, sedangkan kebutuhan pakan disiapkan secara mandiri oleh masing-masing peternak.

“Kandang kita siapkan, sedangkan makanannya mereka cari sendiri,” katanya.

Untuk menjaga kesehatan ternak, Baznas Singkawang bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin, serta penyemprotan kandang.

Mahmudi menambahkan pihaknya juga mulai mengembangkan pemanfaatan limbah ternak berupa kotoran kambing menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan kelompok peternak maupun dijual kepada masyarakat.

“Jika memang ada warga yang berminat membeli, akan kita jual. Jika tidak, untuk kepentingan kelompok,” ujarnya.

Ia berharap program pemberdayaan peternak kambing tersebut dapat menjadi model pengembangan ekonomi mustahik yang berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui sektor peternakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Babak Pertama Skuad Garuda Harus Mencetak Gol

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Babak Pertama Skuad Garuda ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.