Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Longsor Subang Menimbun Dua Wisatawan asal Karawang

28 Minggu, 17 Mei 2026, 06:23 WIB | Oleh:
Longsor Subang Menimbun Dua Wisatawan asal Karawang Longsor Subang Menimbun Dua Wisatawan asal Karawang Doc: ist
Ket. korban tanah longsor

SUBANG – Ada dua orang yang menjadi korban tewas akibat bencana tanah longsor di Subang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Subang, Jawa Barat menyebutkan dua wisatawan asal Kabupaten Karawang yang tertimbun longsor di kawasan Curug Cileat Subang ditemukan dalam kondisi meninggal di kedalaman sekitar dua meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Subang, Udin Jazudin saat dihubungi di Subang, Sabtu, menyampaikan setelah dilakukan pencarian sejak Jumat (15/5) sore, dua korban longsor di kawasan Curug Cileat Subang akhirnya berhasil ditemukan pada Sabtu siang.

Tebing setinggi 250 meter di kawasan Curug Cileat, Kampung Cibogo, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang pada Jumat (15/5) mengalami longsor akibat tingginya curah hujan di daerah tersebut.

Kedua korban masing-masing Alda Apriliani (22) yang merupakan warga Cikampek, Karawang dan Winda Limbong (20), warga Kosambi Karawang.

Setelah dilakukan pencarian, dua korban longsor itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun material longsor di area jalur menuju Curug Cileat

Proses pencarian berhasil setelah tim menemukan barang-barang milik korban di sekitar lokasi longsor. Kemudian, petugas juga melihat tangan salah satu korban muncul dari timbunan tanah.

Berdasarkan temuan itu, kata dia, tim memfokuskan di titik tersebut dan melakukan penggalian secara hati-hati, dan akhirnya berhasil.

"Korban ditemukan tertimbun longsoran di kedalaman sekitar dua meter, dalam kondisi meninggal dunia," katanya.

Jenazah kedua korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng Subang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka di wilayah Karawang.

Amud, ayah dari korban Aida Apriliani (22) mengaku sangat sedih atas kejadian yang dialami anak kesayangannya.

Ia menyesalkan tak ada peringatan dini dari pengelola wisata terkait potensi longsor di kawasan tersebut saat cuaca hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Megapolitan
Mitigasi Bencana, BPBD Tang...
Luar Negeri
Mojtaba Khamenei Masih Mena...

Janice Melaju di Sektor Ganda dan Tunggal

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Melaju di Sektor Gan...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.