Pemkab Bangka Barat Perkuat BUMDesa untuk Dorong Ekonomi Lokal dan Kendalikan Inflasi.
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 04:53 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat pembangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai kekuatan ekonomi lokal yang turut mampu mengendalikan inflasi daerah.
"Kita terus melakukan penguatan agar BUMDesa siap naik kelas, dari yang sebelumnya hanya berorientasi pada pengelolaan unit usaha dan keuntungan, menjadi lembaga yang mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah, penguatan ekonomi lokal, pengendalian inflasi, sekaligus membangun ketahanan pangan desa," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat Bambang Haryo Suseno di Mentok, Sabtu.
Untuk mendorong upaya ke arah itu, Pemkab Bangka Barat melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa setempat secara berkala melaksanakan berbagai kegiatan penguatan BUMDesa melalui Program Sekolah BUMDesa Ubok Sekicing.
"Memanfaatkan Program Sekolah BUMDesa ini, kemarin kita menggelar kegiatan pengembangan kapasitas bisnis melibatkan kepala desa dan direktur BUMDesa guna menyelaraskan kebijakan ekonomi dan pembangunan daerah, kita ingin BUMDesa mampu mengambil peran sebagai penggerak ekonomi lokal dan pilar ketahanan pangan desa," katanya.
Menurut dia, menyamakan persepsi dan menyelaraskan arah pengembangan BUMDesa dengan kebijakan ekonomi dan pembangunan daerah penting dilakukan agar berbagai potensi berupa sumber daya alam, sumber daya manusia, potensi usaha serta jaringan produksi dan konsumsi yang berada di desa dapat dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kondisi tersebut, BUMDesa memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat dan dapat mengonsolidasikan berbagai potensi ekonomi yang ada di desa.
Ia mengatakan paradigma pengelolaan BUMDesa perlu terus dikembangkan agar tidak hanya dipandang sebagai badan usaha yang mengejar keuntungan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembangunan ekonomi daerah.
BUMDesa harus mampu berperan sebagai penghubung antara produsen desa, masyarakat sebagai konsumen, pasar dan pemerintah daerah melalui pengumpulan hasil produksi masyarakat, penyimpanan, pengolahan, distribusi, perdagangan hingga pengembangan akses pasar.
Dengan pola tersebut, kata dia, BUMDesa diyakini mampu menjadi agregator ekonomi desa, menghimpun potensi produksi masyarakat agar memiliki skala ekonomi yang lebih kuat sekaligus memperpendek rantai distribusi.
"Pendekatan ini menjadi penting karena penguatan ekonomi desa tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, BUMDesa perlu membangun jejaring dan kerja sama dengan pelaku UMKM, petani, peternak, nelayan, pelaku perdagangan, pemerintah desa maupun pihak lainnya," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!