Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS dan Iran Menunda Kembali Pembukaan Selat Hormuz saat Pasokan Minyak Semakin Langka

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 19:10 WIB | Oleh:

Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi tiba di Teheran pada 16 Mei, di mana ia bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Iran. Keduanya membahas hubungan bilateral dan prospek dimulainya kembali negosiasi perdamaian AS-Iran, di mana Pakistan telah menjadi mediator utama, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim.

Pemulihan moderat dalam lalu lintas kapal yang terlihat awal pekan ini telah memudar karena para pemilik kapal tetap berhati-hati.

“Negosiasi menemui jalan buntu, kekerasan meletus secara sporadis, dan biaya ekonomi akibat penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan terus meningkat,” tulis Becca Wasser, kepala divisi pertahanan Bloomberg Economics, dalam catatan riset pada 15 Mei. “Ancaman untuk kembali berperang terus berlanjut, dan status quo menjadi semakin tidak berkelanjutan. Kami memperkirakan kembalinya konflik terbuka kemungkinan besar akan terjadi.”

Satu-satunya prospek nyata untuk kesepakatan jangka pendek tampaknya adalah menunda pembicaraan tentang persediaan uranium yang sangat diperkaya milik Teheran, dengan kedua belah pihak menyarankan agar masalah ini dibahas kemudian – meskipun Trump menyebut program nuklir Iran sebagai pembenaran utama perang tersebut.  

Iran mengatakan pihaknya telah "sampai pada kesimpulan bersama Amerika" untuk menunda topik tersebut hingga tahap negosiasi selanjutnya, menyebutnya "sangat rumit," kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam konferensi pers di India pada 15 Mei.

Trump juga mengatakan di atas pesawat Air Force One bahwa ia bersedia mengirim pasukan AS untuk menyingkirkan uranium Iran "pada waktu yang tepat", meskipun sebelumnya ia mengisyaratkan dalam sebuah wawancara di Fox News bahwa misi tersebut "lebih untuk hubungan masyarakat daripada untuk hal lain".

Uranium yang sangat diperkaya milik Iran, yang berada di lokasi yang tidak diketahui sejak kampanye pengeboman AS dan Israel pada Juni 2025, tetap menjadi salah satu dari banyak hambatan menuju kesepakatan perdamaian. SB/ST/BLOOMBERG

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kualitas udara di Jakarta tidak sehat

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Kualitas udara di Jakarta t...
Ekonomi
Realisasi penyaluran pupuk ...

Ribuan Peserta Ikuti Forprov Kalbar di Singkawang

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ribuan Peserta Ikuti Forpro...

Program Sarjana Desa di Bangkalan Melibatkan Tiga Kampus

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Program Sarjana Desa di Ban...
Megapolitan
Pembangunan lahan tidur unt...

Kekeringan Mulai Melanda Kabupaten Garut

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kekeringan Mulai Melanda Ka...

Bantuan Kementan untuk petani di Sulsel

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Bantuan Kementan untuk peta...

Piala Dunia, Polemik Folarin Balogun Makin Meluas

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Polemik Folari...
Hasil Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Timnas Spanyol Singkirkan Portugal Berkat Gol Merino di Injury Time, Perjalanan Cristiano Ronaldo Berakhir

Hasil Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Timnas Spanyol Singkirkan Portugal Berkat Gol Merino di Injury Time, Perjalanan Cristiano Ronaldo Berakhir

07 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.