Modernisasi Alat Pertanian Jadi Fokus Bangkalan Dongkrak Produksi
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim PenulisBANGKALAN – Modernisasi alat pertanian dan metode tanam mulai menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan hasil panen sekaligus mempermudah kerja petani.
Penggunaan mesin pertanian, irigasi yang lebih efisien, hingga pola tanam modern membuat proses budidaya jadi lebih cepat, hemat tenaga, dan mampu menekan biaya produksi.
Di sisi lain, perubahan cara bertani ini juga membantu petani lebih siap menghadapi tantangan cuaca dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Meski begitu, dukungan pelatihan dan akses teknologi tetap dibutuhkan agar modernisasi pertanian bisa dirasakan merata hingga ke tingkat petani kecil.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur melakukan modernisasi alat pertanian dan metode tanam sebagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bupati Bangkalan Lukman Hakim di Bangkalan, Jumat (15/5), mengatakan, langkah itu dilakukan untuk mendukung program swasembada pangan pemerintah, dan meningkatkan ekonomi petani.
"Sebab, jika produksi meningkat, maka secara otomatis petani juga akan mendapatkan hasil yang maksimal," katanya.
Uji coba modernisasi alat pertanian ini pertama kali diluncurkan di Dusun Kecat, Kelurahan Banjaran, Kabupaten Bangkalan, Jumat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bupati yang datang secara langsung pada peluncuran itu mengatakan, bahwa dengan menggunakan alat pertanian modern, maka kerja petani akan lebih ringan dan hasil lebih maksimal.
Bupati juga ikut mencoba secara langsung proses penanaman padi menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis rice transplanter di lahan sawah milik petani setempat.
Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkab Bangkalan ini sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap percepatan transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern dan efisien.
Bupati Lukman Hakim menjelaskan, pada musim tanam kali ini Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Pertanian mulai mengenalkan metode penyemaian padi menggunakan tray serta penanaman memakai rice transplanter kepada para petani.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tepat guna di sektor pertanian menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas hasil pertanian.
"Upaya ini sangat penting untuk mengarahkan petani konvensional agar mulai memanfaatkan teknologi tepat guna. Contohnya, dengan penanaman padi menggunakan transplanter ini dapat lebih menghemat waktu dan biaya operasional penanaman," ujar bupati.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!