FBI Buru Mantan Perwira Angkatan Udara AS yang Diduga Jadi Mata-mata Iran
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 18:19 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWASHINGTON DC - FBI (Federal Bureau of Investigation) menawarkan hadiah sebesar 200.000 dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan mantan agen khusus Angkatan Udara AS dan spesialis kontra intelijen Monica Witt , yang didakwa pada tahun 2019 dengan tuduhan spionase terkait dugaan bahwa ia berbagi informasi intelijen AS yang sangat rahasia dengan Iran.
Dari CBS News FBI menyatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (14/5) bahwa mereka masih berupaya menemukan Witt, yang menurut mereka membelot ke Iran pada tahun 2013.
"FBI belum melupakan dan percaya bahwa pada momen kritis dalam sejarah Iran ini, ada seseorang yang mengetahui sesuatu tentang keberadaannya," kata Daniel Wierzbicki, agen khusus yang bertanggung jawab atas Divisi Kontraintelijen dan Siber Kantor Lapangan FBI Washington. "FBI ingin mendengar dari Anda agar Anda dapat membantu kami menangkap Witt dan membawanya ke pengadilan."
Pada Februari 2019, jaksa menuduh Witt berbagi informasi tentang program rahasia Departemen Pertahanan dengan pemerintah Iran dan membantu dinas intelijen Teheran dalam menargetkan mantan koleganya di pemerintahan AS. Pihak berwenang mengatakan Witt bekerja sama dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran, pasukan militer elit negara itu yang bertugas memperluas pengaruh Teheran secara global.
Menurut Departemen Kehakiman, Witt bergabung dengan Angkatan Udara pada tahun 1997 dan keluar pada tahun 2008. Ia juga merupakan kontraktor Departemen Pertahanan hingga tahun 2010.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jaksa penuntut mengatakan Witt melakukan perjalanan ke Iran pada tahun 2012 untuk menghadiri konferensi yang mengkritik "standar moral Amerika" dan mempromosikan propaganda anti-AS. Dia kembali pada tahun berikutnya dan diberi tempat tinggal dan peralatan komputer oleh pejabat Iran. Pihak berwenang menduga dia kemudian mulai bekerja atas nama Teheran dengan membagikan informasi rahasia dan mengumpulkan intelijen tentang mantan rekan intelijen AS.
Dakwaan yang sama pada tahun 2019 menuntut empat warga Iran atas tuduhan konspirasi dan pencurian identitas berat, menuduh mereka membantu Witt mengumpulkan informasi tentang mantan koleganya di pemerintahan AS
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!