Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri PPPA Dorong Penguatan Literasi Digital bagi Kaum Perempuan

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 00:28 WIB | Oleh:
Menteri PPPA Dorong Penguatan Literasi Digital bagi Kaum Perempuan Doc: KemenPPPA
Ket. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mendorong penguatan literasi digital bagi perempuan. Ini sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga di era digital.

Menurut dia, perempuan memiliki peran penting dalam membimbing keluarga, khususnya anak-anak, agar mampu memanfaatkan ruang digital secara positif dan aman.

“Perempuan perlu meningkatkan kapasitas diri agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat. Termasuk dalam menghadapi tantangan di ruang digital,” kata Arifah, Senin, (11/5).

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional Aliansi Perempuan Peduli Indonesia. Di mana mengangkat tema penguatan peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga dan bangsa di era digital.

Arifah menilai perempuan merupakan pilar penting dalam keluarga, pembangunan masyarakat sekaligus agen perubahan sosial. Karena itu, peningkatan kapasitas dan resiliensi digital dinilai penting untuk membantu perempuan menyaring informasi serta melindungi diri dan keluarga.

Ia mengatakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia telah menjalankan berbagai program peningkatan literasi digital bagi perempuan dan ibu rumah tangga.

Selain itu, kementerian juga mendorong partisipasi perempuan di bidang STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Di bidang perlindungan, Kementerian PPPA turut melakukan advokasi kebijakan digital berperspektif gender serta kampanye pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Menurut Arifah, penguatan ketahanan keluarga juga dilakukan melalui edukasi pengasuhan berbasis hak anak. Dan penciptaan ruang aman dari berbagai bentuk kekerasan.

Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Perempuan Peduli Indonesia, Atifah Hasan, mengatakan rakernas tersebut bertujuan mencari solusi. Dalam membangun tata kelola ekosistem digital yang lebih baik bagi perempuan.

Ia menilai perempuan berada di garis terdepan dalam menjaga nilai dan karakter keluarga. Sekaligus menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Raker Komisi III DPR Bersama KPK dan BNN

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Raker Komisi III DPR Bersam...
Luar Negeri
Iran Setuju Menghancurkan S...

Ini Teks Lengkap 14 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Ini Teks Lengkap 14 Poin Ke...

Kondisi Air Sungai Ciujung Menghitam

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Kondisi Air Sungai Ciujung ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.