Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dukung NZE, Kemenperin Siap Terapkan Sistem Olah Air Baku dan Limbah di Kawasan Industri

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 14:48 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dukung NZE, Kemenperin Siap Terapkan Sistem Olah Air Baku dan Limbah di Kawasan Industri Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) saat menerima Qiaoyin City Management Co., Ltd. dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) untuk menandatangani Nota Kesepahaman Proyek Percontohan Penggunaan Teknologi Pengolahan Air Baku dan Air Limbah di Jakarta di Jakarta Senin (12/5)

JAKARTA– Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat dekarbonisasi industri lewat penerapan teknologi pengolahan air baku dan air limbah terbaru di kawasan industri. Langkah ini jadi bagian komitmen pemerintah menuju industri hijau dan net zero emission (NZE).

Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri, pengelolaan air bersih dan air limbah jadi aspek krusial untuk mendukung operasional industri yang ramah lingkungan. Teknologi sistem pengolahan air terpadu dan sirkular dinilai sebagai solusi strategis menjaga pasokan air industri sekaligus mendukung target industri hijau.

“Kawasan industri memainkan peran penting dalam mendukung investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat transformasi industri Indonesia. Karena itu, penguatan infrastruktur pendukung, khususnya pengolahan air baku dan air limbah, menjadi prioritas penting dalam pengembangan kawasan industri hijau,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (12/5).

Senin (11/5), Kemenperin bersama Qiaoyin City Management Co., Ltd. dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menandatangani Nota Kesepahaman Proyek Percontohan Penggunaan Teknologi Pengolahan Air Baku dan Air Limbah di Jakarta.

Kerja sama ini fokus pada pengembangan proyek percontohan teknologi pengolahan air baku dan air limbah secara terpadu dan sirkular di kawasan industri. Diharapkan jadi langkah awal menghadirkan solusi pengelolaan air yang lebih efisien, modern, dan ramah lingkungan.

Data Kemenperin mencatat, hingga 2025 terdapat 176 kawasan industri di Indonesia dengan luas total 98.291,68 hektare. Kawasan ini menampung 11.970 tenant industri dengan realisasi investasi Rp6.744,58 triliun dan menyerap 2,35 juta tenaga kerja. Pertumbuhan kawasan industri 49,15% dalam lima tahun terakhir turut meningkatkan kebutuhan sistem pengelolaan air dan limbah yang andal.

Dalam kerja sama ini, Qiaoyin memperkenalkan teknologi Efficient Denitrogenation Integrated Airlift Loop Bioreactor (DIAB). Sistem ini dirancang agar pengolahan limbah industri lebih efisien dari sisi biaya dan lahan.

Perwakilan Qiaoyin City Management Co., Ltd. Wan Yiming menyebut DIAB sebagai cara baru olah air limbah pabrik yang jauh lebih hemat. “Solusi ini mampu memangkas biaya pembangunan hingga 20 persen dan menghemat kebutuhan lahan sampai 60 persen dibandingkan metode konvensional,” kata Wan.

Ia menambahkan, sistem prefabrikasi atau komponen siap pasang membuat fasilitas pengolahan bisa beroperasi empat kali lebih cepat. “Sehingga menjadi solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi pengelola kawasan industri,” ujarnya.

Ke depan, kerja sama diterapkan di lima kawasan industri dengan target implementasi awal selama enam bulan setelah penandatanganan, serta periode operasional hingga tiga tahun. Menperin menegaskan proyek ini sejalan dengan komitmen pemerintah mewujudkan ekosistem industri hijau.

“Akan ada lima kawasan industri yang menjadi pilot project dalam kerja sama ini, namun kita tidak hanya mencari sistem pengolahan air yang baik, tetapi juga mencari model pengelolaan yang paling efektif dan mudah diterapkan,” kata Agus.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, teknologi modern akan bantu kawasan industri RI meningkatkan daya saing sekaligus memenuhi tuntutan industri global yang menekankan keberlanjutan lingkungan. Ia berharap proyek percontohan ini bisa direplikasi di kawasan industri lain.

Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Tri Supondy, menjelaskan Ditjen KPAII terus memperluas kerja sama internasional dan mendukung penerapan teknologi ramah lingkungan di kawasan industri.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada tahap pilot project saja, tetapi juga mampu mendorong investasi, transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional, serta pengembangan industri berbasis inovasi di Indonesia. Semoga kolaborasi ini menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi industri dan masyarakat luas,” tutup Tri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.