Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gunung Dukono Bukan Tempat Menantang Maut, Mendaki Bukanlah Soal Menaklukkan Alam, Namun Memahami Batas Manusia di Hadapan Alam

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 18:24 WIB | Oleh:

Foto mendaki hingga ke bibir kawah curam, video menyelamatkan diri dari kejaran awan panas, hingga narasi menyaksikan langsung fenomena alam langka letusan gunung berapi dari jarak dekat dipercaya sebagai katrol untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan engagement media sosial.

Pada 21 November 2025, sebuah video viral di platform X memperlihatkan aksi seorang pendaki perempuan berbaju hitam yang menyaksikan erupsi secara langsung dari bibir kawah Gunung Dukono.

Tayangan berdurasi semenit itu dibubuhi tulisan 'Ibuku berdoa di rumah untuk keselamatanku, sementara aku....' sembari menampilkan perjuangannya berjalan merangkak melewati medan berpasir demi menuju puncak gunung api tipe kerucut tersebut.

Video-video serupa tentu saja ada banyak di berbagai platform media sosial lainnya. Fenomena itu jelas berbahaya karena terkesan menyepelekan erupsi gunung api.

Gumpalan abu vulkanik yang bergelombang menyerupai bulu domba dipandang sebagai sebuah kejadian langka nan eksotis, bukan lagi alarm bahaya yang harus dijauhi agar tidak terjebak dalam situasi mencekam antara hidup dan mati.

Inti narasi berbagai konten digital yang ditampilkan serupa terkait keinginan mendapatkan pengakuan publik bahwa mereka adalah orang-orang hebat yang rela bertaruh nyawa demi mendapatkan gambar eksklusif.

Wisatawan yang mendaki tidak semua memiliki wawasan luas tentang bahaya dan risiko letusan gunung api aktif. Mereka datang hanya dengan membawa semangat petualangan tanpa dibekali literasi kebencanaan vulkanologi.

Meski PVMBG telah menerbitkan peringatan zona merah dalam radius empat kilometer dari puncak kawah, namun tetap saja ada pendaki nakal yang menyelinap masuk secara diam-diam mengabaikan peringatan bahaya tersebut.

Erupsi tidak mengenal istilah negosiasi, tidak juga peduli ambisi pribadi, dan tidak melihat jumlah pengikut media sosial. Ketika gunung memuntahkan material abu vulkanik dan batu pijar, serta mengeluarkan gas beracun hingga memicu badai petir, maka di saat itulah pendaki berada dalam posisi sebagai makhluk paling lemah.

Pemahaman dasar mengenai zona bahaya, tanda-tanda aktivitas vulkanik, karakter erupsi, dan arah semburan awan panas dapat meningkatkan peluang selamat saat terjadi letusan.

Gunung api aktif adalah ruang hidup geologi —pembentuk permukaan Planet Bumi dan menopang kehidupan— yang seketika dapat berubah mematikan hanya dalam hitungan menit.

Pembenahan tata kelola wisata

Dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, ada sebanyak 127 yang berstatus gunung api aktif. Letusan gunung api merupakan realitas sehari-hari bagi negara Cincin Api yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif dunia, yakni Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.