Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini 'Rebound' Mengikuti Pasar Global Dipicu Isyarat Trump Perang Hampir Berakhir

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini 'Rebound' Mengikuti Pasar Global Dipicu Isyarat Trump Perang Hampir Berakhir Doc: ANTARA
Ket. Pengunjung melintas di depan refleksi layar yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (10/3) rebound (berbalik menguat) mengikuti bursa global, dipicu oleh isyarat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa perang hampir selesai.

IHSG dibuka menguat 105,68 poin atau 1,44 persen ke posisi 7.443,05. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,98 poin atau 1,33 persen ke posisi 760,56.

"Pernyataan itu (Trump) menurunkan risk premium geopolitik dan memicu short covering serta dip-buying di pasar saham," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa operasi militer terhadap Iran sudah “very complete”, dan konflik berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan estimasi awal selama 4-5 minggu.

Selain itu, reversal semakin kuat ketika harga minyak berbalik turun tajam dari hampir 120 dolar AS per barel menuju sekitar 90 dolar AS per barel.

Penurunan harga minyak itu pasca munculnya laporan bahwa negara-negara G7 sedang membahas pelepasan cadangan minyak strategis untuk menambah pasokan global.

Harga minyak jenis WTI tercatat turun 9,99 persen ke level 85,30 dolar AS per barel, sementara minyak jenis Brent turun 10,40 persen ke level 88,67 dolar AS per barel, pada perdagangan pagi ini pukul 09.20 WIB.

AS memberikan pengecualian sementara selama 30 hari untuk memungkinkan penjualan minyak Rusia yang tertahan di laut kepada India, serta mempertimbangkan pelepasan minyak dari Strategic Petroleum Reserve yang menyimpan sekitar 415 juta barel minyak.

Meski sentimen membaik, Liza memperkirakan volatilitas tetap tinggi, karena pasar masih mencermati dua risiko utama yaitu potensi gangguan pasokan energi dari Selat Hormuz yang menyalurkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan risiko stagflasi setelah data tenaga kerja AS pekan lalu menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja.

"Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Juli sekitar 77 persen menurut Fed Funds Futures, dengan penurunan suku bunga sepenuhnya diperkirakan pada September," ujar Liza.

Di sisi lain, sejumlah negara mulai mengambil langkah darurat untuk mengatasi lonjakan harga energi.

China membatasi harga bahan bakar domestik, Korea Selatan mempertimbangkan kebijakan serupa untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun, serta Jepang menyiapkan kemungkinan pelepasan cadangan minyak serta penggunaan dana darurat pemerintah.

Kemudian, Pakistan mengumumkan penutupan sekolah selama dua minggu, serta mendorong kerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, dan Hungaria menetapkan batas harga bahan bakar dan mendesak Uni Eropa menangguhkan sanksi energi terhadap Rusia.

Pada perdagangan Senin (09/03), bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,54 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,34 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,77 persen, serta indeks CAC melemah 0,98 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.