Phyragas Hybrid Jadi Inovasi Baru Pengolahan Sampah di Gunungkidul
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 17:50 WIB | Oleh: Eko SGUNUNG KIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai menjajaki penggunaan teknologi ramah lingkungan sebagai upaya mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menguji mesin pengolah sampah berbasis metode Phyragas Hybrid di Dusun Banyumanik, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kamis (7/5).
Uji coba tersebut dipantau langsung Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat menjadi alternatif penanganan limbah rumah tangga maupun sampah dari aktivitas ekonomi dan pariwisata yang volumenya terus bertambah.
Pendamping teknisi unit pengolahan sampah Banyumanik, Iriawan Djati Asmoro, menjelaskan teknologi Phyragas Hybrid dikembangkan melalui proses penelitian selama 16 tahun bersama sejumlah ahli. Sistem tersebut dirancang fleksibel sehingga kapasitasnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari skala sekolah, kawasan permukiman, hingga tingkat desa.
Menurut Iriawan, salah satu keunggulan utama mesin tersebut adalah kemampuannya mengolah sampah tanpa proses pemilahan awal. Selama ini, pemilahan sampah di tingkat masyarakat masih menjadi tantangan dalam pengelolaan limbah.
Teknologi itu bekerja menggunakan metode penguapan atau kukus gas panas. Sampah yang dimasukkan akan diproses menjadi arang yang kemudian dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku briket, batako, maupun kompos.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain menghasilkan residu yang masih bernilai guna, mesin tersebut juga mampu menghasilkan produk turunan lain yang berpotensi memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. Limbah organik dapat diolah menjadi pakan ternak, sementara panas yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk pengeringan biji-bijian hingga sumber energi listrik sederhana.
Dalam arahannya, Joko Parwoto menilai persoalan sampah di Gunungkidul membutuhkan langkah konkret dan inovatif. Menurut dia, peningkatan volume sampah dari rumah tangga, pasar, hingga aktivitas pariwisata belum diimbangi dengan kapasitas fasilitas pengolahan yang memadai.
Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah. Karena itu, teknologi yang mampu mengolah limbah secara langsung dinilai dapat menjadi solusi yang lebih praktis di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, lanjut Joko, siap memberikan dukungan terhadap pengembangan mesin pengolah sampah tersebut agar dapat menjadi proyek percontohan berskala nasional.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, program ini diharapkan tidak hanya membantu menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan sektor pertanian berbasis pengolahan limbah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!