Lapangan Kerja Swasta AS Meningkat
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWashington - Penciptaan lapangan kerja sektor swasta Amerika Serikat (AS) pada April 2026 melampaui perkiraan ekonom, berdasarkan data ADP yang dirilis Rabu (6/5).
Laporan tersebut mencatat perusahaan swasta menambah 109.000 pekerjaan pada April, naik dari 61.000 pada Maret, serta melampaui estimasi Dow Jones sebesar 84.000. Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak Januari tahun lalu.
Namun, pertumbuhan tenaga kerja tersebut masih terkonsentrasi di beberapa sektor utama. Sektor layanan kesehatan dan pendidikan memimpin dengan tambahan 61.000 pekerjaan, disusul utilitas, perdagangan, dan transportasi sebanyak 25.000 pekerjaan. Sektor konstruksi bertambah 10.000, sementara sektor keuangan menambah 9.000 pekerjaan.
Sektor manufaktur yang menjadi fokus kebijakan Presiden AS Donald Trump hanya bertambah 2.000 pekerjaan. Sementara itu, sektor informasi serta rekreasi dan perhotelan masing-masing naik 4.000 pekerjaan, sedangkan jasa profesional dan bisnis justru turun 8.000 pekerjaan.
“Perusahaan kecil dan besar sama-sama merekrut pekerja, tetapi kami melihat pelemahan di kelompok menengah,” kata Kepala Ekonom ADP Nela Richardson, seperti dikutip CNBC.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Perusahaan besar memiliki sumber daya untuk dikerahkan, sementara perusahaan kecil adalah yang paling lincah, dan keduanya merupakan keunggulan penting dalam lingkungan ketenagakerjaan yang kompleks.”
Meski lebih tinggi dari perkiraan, data ADP tetap menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang cenderung “low hiring, low firing” atau perekrutan dan pemutusan kerja yang sama-sama rendah, sejalan dengan sikap hati-hati perusahaan.
Pemilu Mendatang
Sebaiknya Anda baca juga:
Pasar kini menunggu laporan ketenagakerjaan resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang akan dirilis Jumat (8/5), dengan proyeksi penambahan 55.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran stabil di 4,3 persen.
Ekonom menilai data ADP hanya mencakup sektor swasta dan cenderung lebih banyak merefleksikan perusahaan kecil dan menengah, sementara laporan pemerintah mencakup sektor publik.
Situasi ini juga menjadi perhatian menjelang pemilu sela AS pada November mendatang, di tengah kekhawatiran biaya hidup dan dampak ekonomi global.
“Masyarakat khawatir tentang pekerjaan mereka, jadi itu akan menjadi isu dalam pemilu mendatang. Angka pengangguran memang belum banyak meningkat, tetapi kecemasan pribadi cukup tinggi. Banyak orang bertanya-tanya apakah AI akan mengambil alih pekerjaan dan bagaimana perekonomian secara keseluruhan akan terdampak oleh perang Iran dan kondisi ekonomi umum,” ujar Darrell West dari Brookings Institution kepada Xinhua.
Sementara itu, analis lain menilai stabilitas penciptaan lapangan kerja dapat menguntungkan politik petahana.
“Jika kita berasumsi bahwa penciptaan lapangan kerja tetap berada di sekitar 100.000 per bulan hingga November, itu akan membantu Partai Republik. Pada saat yang sama, biaya hidup adalah hal yang paling meresahkan para pemilih,” ujar Clay Ramsay dari Universitas Maryland kepada Xinhua.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!