Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Gagal Panen, Petani di Kabupaten Lebak Diminta Gunakan Varietas Inpari dan Inpago

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Gagal Panen, Petani di Kabupaten Lebak Diminta Gunakan Varietas Inpari dan Inpago Doc: Antara
Ket. Dua petani di Kabupaten Lebak, Banten tengah melakukan penanaman benih padi dengan kualitas unggul dan tahan terhadap kekeringan sehingga terjaga produksi pangan di musim kemarau.

Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten mengajak petani untuk melaksanakan penanaman benih padi varietas tahan kekeringan, karena April-Agustus 2026 dipastikan memasuki musim kemarau.

Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Jumat (27/3) mengatakan, agar musim kemarau tetap produksi pangan terjaga dan tidak menimbulkan puso atau gagal panen.

Dengan demikian, pihaknya mengajak petani untuk gerakan penanaman padi Maret sampai Agustus mendatang menggunakan benih varietas tahan kekeringan.

Saat ini, benih varietas tahan kekeringan di antaranya Inpari 32, Inpari 42 , atau Inpago 8, karena lebih toleran terhadap kondisi air terbatas.

Sebab, varietas tersebut memiliki daya adaptasi yang lebih baik di lahan dengan ketersediaan air terbatas, sehingga dengan pengaturan waktu tanam dan teknik budidaya yang tepat, produksi padi di sawah tadah hujan tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau.

"Kita sudah melakukan langkah antisipatif menghadapi kekeringan mulai dari pemetaan lokasi rawan kekeringan hingga penguatan sistem peringatan dini (early warning system) juga optimalisasi pengelolaan air melalui irigasi, pompanisasi dan irigasi untuk percepatan tanam di berbagai sentra produksi," kata lelaki alumni Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Ia juga mengatakan, untuk di lahan darat atau gogo dianjurkan petani menggunakan benih varietas Situ Bagendit dari bantuan Kementerian Pertanian.

Dimana varietas Situ Bagendit dapat menghasilkan produksi pangan di musim kemarau.

Saat ini, petani Kabupaten Lebak banyak juga yang mengembangkan pertanian padi di lahan darat hampir di 28 kecamatan.

"Kami menargetkan penanaman padi pada April 2026 seluas 14.880 hektare dan menggunakan benih unggul tahan terhadap iklim kemarau," kata Deni.

Sementara itu, Abdul Syukur, seorang petani di Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak mengatakan dirinya bersama petani lain di wilayahnya seluas 50 hektare mulai mengelola garapan areal persawahan untuk dilakukan gerakan penanaman padi awal April 2026.

Namun, dipastikan penanaman padi memasuki musim kemarau, sehingga petani menggunakan benih varietas tahan terhadap kekeringan.

"Kami di sini kebanyakan tanam benih Inpago 8 dan Infari 42, karena tahan kekeringan juga bisa menghasilkan produksi pangan di tengah musim kemarau," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.