Ukraina dan Russia Deklarasikan Gencatan Senjata Secara Terpisah
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim PenulisKYIV - Russia pada Senin (4/5) mengumumkan gencatan senjata sepihak dengan Ukraina antara 8 Mei hingga 9 Mei, ketika Moskwa memperingati peringatan tahunan Hari Kemenangan Perang Dunia II, dan mengancam akan melakukan serangan misil besar-besaran terhadap Kyiv jika Ukraina melanggarnya.
Ukraina menanggapinya juga dengan mendeklarasikan gencatan senjatanya sendiri mulai tanggal 6 Mei, dengan mengatakan bahwa Russia tidak serius mengharapkan Ukraina melakukan gencatan senjata selama hari libur militer.
Pertikaian antara kedua belah pihak datang dengan jeda dalam upaya diplomatik yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang, karena saat ini Washington DC mengalihkan fokusnya ke konflik di Timur Tengah.
Menurut para pejabat Ukraina, serangan Russia pada Senin telah menewaskan sembilan orang di seluruh wilayahnya, sementara sebuah drone Ukraina telah menghantam sebuah gedung bertingkat tinggi di lingkungan kelas Moskwa dalam semalam.
"Sesuai dengan keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Russia, Vladimir Putin, gencatan senjata telah diumumkan dari 8 Mei hingga 9 Mei 2026. Kami berharap pihak Ukraina akan mengikuti jejak kami,” kata Kementerian Pertahanan Russia dalam sebuah postingan di layanan pesan yang didukung negara, MAX.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika rezim Kyiv mencoba menerapkan rencana kriminalnya untuk mengganggu perayaan 81 tahun Kemenangan dalam Perang Patriotik Hebat, Angkatan Bersenjata Russia akan melancarkan serangan misil besar-besaran balasan di pusat kota Kyiv. Kami memperingatkan penduduk sipil Kyiv dan pegawai misi diplomatik asing tentang perlunya segera meninggalkan kota," imbuh pernyataan kementerian itu.
Russia menandai Hari Kemenangan Perang Dunia II setiap tahun dengan parade militer besar-besaran di Lapangan Merah.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada Senin mengatakan bahwa melakukan gencatan senjata agar Moskwa dapat memperingati perayaan tersebut tidak serius, dan Russia takut drone Ukraina akan menyerbu ke Lapangan Merah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sampai hari ini, belum ada seruan resmi kepada Ukraina mengenai modalitas penghentian permusuhan yang diklaim di media sosial Russia," kata Zelenskyy dalam postingan di X. "Dalam hal ini, kami mengumumkan rezim gencatan senjata mulai pukul 00.00 pada 5 Mei hingga 6 Mei,” imbuh dia.
Saling Serang
Sementara itu dilaporkan bahwa serangan Russia terhadap Ukraina menewaskan sedikitnya sembilan orang pada Senin, menurut pejabat Ukraina.
Serangan misil balistik Russia ke Kota Merefa yang berada di luar kota kedua Kharkiv di Ukraina, telah menewaskan tujuh warga sipil dan melukai puluhan lainnya pada Senin pagi, kata otoritas regional.
Sedangkan serangan terpisah Russia ke Desa Vilnyansk di wilayah Zaporizhzhia selatan telah menewaskan dua orang dan melukai empat orang lainnya, kata gubernur wilayah itu, Ivan Fedorov.
Di Russia, sebuah drone Ukraina menewaskan seorang warga sipil di wilayah perbatasan Belgorod, kata Gubernur Vyacheslav Gladkov.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!