Meta Gunakan AI untuk Verifikasi Usia di Medsos, Akun Anak di Bawah 13 Tahun Bakal Dihapus
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 19:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Meta memperluas penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi usia pengguna di platform Facebook dan Instagram. Sistem terbaru ini mampu memindai foto serta video pengguna guna memperkirakan usia berdasarkan ciri fisik seperti struktur tulang hingga tinggi badan.
Selain analisis visual, sistem AI Meta juga meninjau aktivitas profil pengguna untuk mencari petunjuk usia. Informasi seperti unggahan ulang tahun, data sekolah, hingga aktivitas akun lainnya akan menjadi bagian dari proses verifikasi usia.
Meta menegaskan teknologi tersebut bukan sistem pengenalan wajah. Perusahaan menyebut teknologi ini hanya digunakan untuk memperkirakan usia pengguna agar perlindungan terhadap anak di bawah umur bisa diperkuat.
Pengguna yang terdeteksi AI berusia di bawah 13 tahun akan langsung dinonaktifkan akunnya. Jika ingin mencegah penghapusan permanen, pengguna harus memverifikasi usia mereka dalam batas waktu tertentu.
Proses verifikasi dilakukan menggunakan kartu identitas resmi yang diterbitkan pemerintah atau melalui alat estimasi usia wajah milik perusahaan teknologi Yoti. Mekanisme serupa juga berlaku bagi pengguna yang mencoba mengubah usia akun dari di bawah 18 tahun menjadi dewasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini fitur analisis visual tersebut telah aktif di Instagram untuk wilayah Amerika Serikat, Inggris Raya, Kanada, dan Australia. Meta juga mulai memperluas layanan tersebut ke Brasil dan 27 negara Uni Eropa.
Untuk platform Facebook, perlindungan berbasis AI mulai diterapkan di Amerika Serikat pada bulan ini. Sementara Inggris Raya dan Uni Eropa dijadwalkan menyusul pada Juni mendatang.
Meta menargetkan perluasan sistem perlindungan Instagram secara global sebelum akhir 2026. Meski demikian, fitur pemindaian visual masih terbatas di sejumlah negara tertentu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa komponen lain dari sistem deteksi usia berbasis AI, termasuk analisis kontekstual profil, disebut sudah diterapkan secara global. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Meta memperkuat keamanan pengguna remaja di platform mereka.
Meta mulai menggunakan AI untuk mendeteksi pengguna remaja sejak 2024. Perusahaan mengklaim sistem tersebut telah menempatkan ratusan juta remaja ke dalam akun khusus yang memiliki perlindungan lebih ketat.
Namun, Meta belum merilis verifikasi independen terkait klaim tersebut. Langkah ekspansi teknologi ini juga muncul setelah perusahaan menghadapi tekanan hukum di Amerika Serikat.
Baru-baru ini, juri di New Mexico memutuskan Meta bersalah karena dinilai gagal melindungi anak-anak dari predator seksual di platformnya. Putusan tersebut membuat Meta diwajibkan membayar ganti rugi sebesar 375 juta dolar AS berdasarkan Undang-Undang Praktik Tidak Adil negara bagian tersebut.
Meta hingga kini belum memastikan apakah perluasan teknologi deteksi usia berbasis AI berkaitan langsung dengan putusan hukum tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!