Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPH Migas Pastikan Distribusi BBM di Jawa Timur Kembali Normal

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 10:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPH Migas Pastikan Distribusi BBM di Jawa Timur Kembali Normal Doc: ANTARA
Ket. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas (kiri) menjabat tangan pengemudi truk saat kunjungannya ke SPBU di Jawa Timur, Rabu (1/7/2026).

JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur kembali normal.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (02/7), mengatakan kondisi penyaluran BBM subsidi di sejumlah wilayah Jawa Timur seperti Surabaya dan Gresik, berangsur membaik setelah sempat terjadi antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir.

"Sesuai laporan dari Pertamina Patra Niaga dan kami cek langsung ke lapangan, antrean ini (kendaraan) sudah sangat melandai. Rata-rata saat ini antrean 5–6 truk long chasis (sasis panjang) dan situasi ini juga tidak mengganggu rutinitas masyarakat," ujar Wahyudi di Integrated Terminal (IT) Surabaya, Jatim, Rabu (01/7).

Wahyudi memantau langsung ke lapangan ketersediaan dan penyaluran BBM subsidi, khususnya Biosolar bagi kendaraan angkutan logistik dan kendaraan pribadi.

Pemantauan dilakukan di sejumlah SPBU yang berlokasi di Kecamatan Benowo dan Kecamatan Asem Rowo, Surabaya, serta SPBU di Kecamatan Kebomas, Gresik.

BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga terus melakukan langkah percepatan distribusi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat, terutama sektor logistik, terpenuhi dengan baik.

Menurut Wahyudi, Surabaya dan Gresik merupakan wilayah penghubung utama yang memiliki aktivitas logistik cukup tinggi, terutama dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Tingginya lalu lintas kendaraan barang dan distribusi logistik menyebabkan kebutuhan BBM pada sejumlah SPBU meningkat.

"Angkutan barang yang datang dari pelabuhan, kapal-kapal yang merapat di Pelabuhan Tanjung Perak maupun di Gresik rata-rata intensitasnya terjadi kenaikan yang cukup signifikan mulai 22-26 Juni 2026. Titik SPBU yang menjadi perhatian berada di SPBU Tol Surabaya-Gempol Kilometer 26, SPBU Tambak Osowilangun, SPBU Tambak Langon, dan SPBU Kebomas Gresik," ungkapnya.

Untuk mengurai antrean, Pertamina Patra Niaga menerapkan sejumlah langkah, di antaranya penambahan operasional mobil tangki selama 24 jam, percepatan pengiriman BBM, serta penerapan skema reguler, alternative and emergency (RAE).

"Perlu kita cermati pada saat peak season tadi, Pertamina Patra Niaga ternyata sudah mengirimkan delivery order (DO) pengiriman BBM yang seharusnya akan dikirim hari ini, ternyata lebih cepat dua hari. Penambahan tersebut dari SPBU bisa mencapai 20 persen," sebutnya.

Untuk RAE, penyaluran BBM di Surabaya dibantu dari FT Tuban dan FT Madiun.

Sementara, FT Tuban disuplai IT Pengapon Semarang dan FT Madiun dipasok dari FT Boyolali.

Selain aktivitas logistik, peningkatan kebutuhan BBM juga dipengaruhi masa libur sekolah yang mendorong mobilitas masyarakat menuju Surabaya melalui jalur darat, udara, dan laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Hari Ini Indonesia Berharap...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.