Ki Ageng Ganjur Harumkan Indonesia di Festival Internasional Uzbekistan, Raih Penghargaan Bergengsi
📅 Senin, 04 Mei 2026, 11:12 WIB | Oleh: Yebdi TrismarKelompok Musik Ki Ageng Ganjur dari Indonesia meraih penghargaan "The Preservation Development and Promotion of Traditional Music Performance" dalam ajang International Foklor Festival Boysun Bahori yang diselenggarakan di Boysun, Uzbekistan pada 1 sampai 3 Mei 2026.
"Kami bersyukur atas penghargaan ini. Kami senang dan bangga perjuangan kami diapresiasi oleh dunia. Ini surprise karena kami sama sekali tidak menyangka akan memperoleh penghargaan," kata Pimpinan Kelompok Musik Ki Ageng Ganjur Dr. Ngatawi Al Zastrouw dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Penghargaan itu diberikan langsung oleh Kepala Daerah Boysun (Hokim) kepada Zastrouw. Kelompok itu tidak hanya menerima penghargaan, tetapi juga sertifikat, piala dan sejumlah uang sebagai hadiah.
Ki Ageng Ganjur dinilai telah menghadirkan komposisi musik yang menggali unsur tradisi dan memadukan dengan unsur modern, ini dianggap sebagai salah satu bentuk konservasi tradisi yang kreatif dan inovatif.
Kelompok musik itu dipandang sebagai pelestari dan pengembang untuk kemajuan tampilan musik tradisional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Zastrouw, penghargaan yang didapat merupakan hasil jerih payah Ki Ageng Ganjur yang selama 30 tahun konsisten melakukan penggalian dan pengembangan musik tradisional.
Menanggapi hal itu, Kepala Pensosbud KBRI Sintia Christian Saeh menilai bahwa hal tersebut menjadi suatu kejutan yang membanggakan karena perwakilan Indonesia baru pertama kalinya ikut dalam Festival Boyson Bahori.
Duta besar RI untuk Republik Uzbekistan dan Kyrgistan Ruhaini Dzuhayatin menyambut baik penghargaan yang diperoleh Ki Ageng Ganjur.
"Penghargaan ini merupakan pengakuan dunia atas budaya Indonesia, sangat membanggakan. Selamat pada Ki Ageng Ganjur yang telah membawa tradisi Indonesia di panggung dunia," kata Ruhaini.
Festival Boyson Bahori merupakan salah satu festival seni tradisi tingkat dunia yang diselenggarakan oleh UNESCO bekerja sama dengan pemerintah Uzbekistan, dan rutin digelar setiap dua tahun.
Acara tersebut menampilkan berbagai seni tradisi rakyat, presentasi budaya dari berbagai negara, dan menyoroti keragaman tradisi global.
Selain untuk melestarikan seni tradisi, Festival Boysun Bahori juga untuk memperkuat dialog antarbudaya dan mempromosikan rasa saling menghormati antarbangsa.
Sebanyak 39 negara yang hadir sebagai peserta pada tahun ini di antaranya Jerman, Belarusia, Yunani, Amerika, Jepang, Pakistan, Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!