Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Drama Diplomatik AS-Iran, Investor Pilih Aman

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Drama Diplomatik AS-Iran, Investor Pilih Aman Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Ketidakpastian dalam negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menjadi faktor eksternal yang membebani nilai tukar rupiah.

Pelaku pasar cenderung mengalihkan dana ke aset-aset safe haven seperti dolar AS ketika prospek diplomasi belum jelas, sehingga tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, meningkat.

Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global dan volatilitas harga minyak turut memperkuat sentimen negatif di pasar keuangan, membuat pergerakan rupiah lebih rentan terhadap arus keluar modal asing.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (30/6) sore, melemah 56 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.907 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.851 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah disebabkan ketidakpastian pembicaraan perdamaian antara Iran dengan AS.

“Ketidakpastian mengenai apakah kedua pihak akan bertemu menyoroti kerapuhan kesepakatan 17 Juni untuk menghentikan pertempuran yang telah mengganggu aliran minyak global melalui Selat Hormuz,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Pasar tengah mengamati hasil potensi pembicaraan AS-Iran di Qatar di tengah serangan rudal akhir pekan dari kedua belah pihak, sehingga gencatan senjata tak berlanjut. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan takkan ada pertemuan negosiasi di tingkat manapun dengan pihak Amerika dalam beberapa hari mendatang.

Sentimen lain berasal dari keyakinan yang semakin besar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali tahun ini. Hal ini terjadi setelah bank sentral menunjukkan sikap hawkish selama pertemuan Juni seiring beberapa pembuat kebijakan terlihat menyerukan kenaikan suku bunga.

Perhatian sekarang beralih ke laporan pasar tenaga kerja AS bulan Juni, dengan rilis Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis pada Kamis (2/7).

“Para analis memperkirakan ekonomi AS akan menambah 114 ribu lapangan kerja, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah di 4,3 persen, data yang dapat mempengaruhi ekspektasi terhadap jalur kebijakan The Fed.

Melihat sentimen dalam negeri, pasar disebut menunggu data neraca perdagangan di bulan Mei. Surplus perdagangan yang menyusut dinilai akan memberikan tekanan terhadap defisit transaksi berjalan/current account deficit (CAD) pada tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan Indonesia secara kumulatif sampai April hanya 5,64 miliar dolar AS. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode Januari-April 2025 yang masih berada di atas 10 miliar dolar AS.

“Kondisi tersebut berpotensi memperlemah ketahanan eksternal dan meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah jika tidak diimbangi oleh masuknya aliran modal asing,” ujar Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.899 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.856 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Kapal Tanker Pertamina Bant...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.