Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mahkota Binokasih, Simbol Keagungan dan Legitimasi Sejarah Sunda

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 20:15 WIB | Oleh:

Sejak 1578, Mahkota Binokasih dipakai dalam prosesi penobatan raja-raja Sumedang Larang, tetapi setelah perubahan politik pada 1620 ketika Sumedang berada di bawah pengaruh Mataram, fungsi mahkota bergeser menjadi bagian dari upacara adat keluarga kerajaan.

Karena nilai sejarah dan usianya yang telah melampaui enam abad, penggunaan mahkota asli kemudian dibatasi.

Pada 24 September 1971 dibuat duplikat lengkap agar tradisi tetap berjalan tanpa mengurangi upaya pelestarian.

Kini, Mahkota Binokasih disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun sebagai salah satu warisan budaya Sunda paling berharga.

20260503202148_4.jpg

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat melakukan kirab budaya Mahkota Binokasih di Sumedang, Jawa Barat. Antara/Ilham Nugraha

Upaya menyelamatkan warisan

Selama bertahun-tahun, Mahkota Binokasih lebih banyak tersimpan sebagai pusaka yang dijaga di ruang terbatas.

Keterbatasan akses, dukungan, dan pembiayaan membuat pengelolaannya belum sepenuhnya dapat dihadirkan sebagai nilai budaya yang dinikmati publik luas.

“Selama ini mungkin keraton itu tidak punya akses untuk mengelola itu menjadi sebuah nilai yang dilihat oleh publik. Karena mereka tidak memiliki pembiayaan yang cukup,” kata Dedi

Tahun ini, pendekatan tersebut mulai berubah. Untuk pertama kalinya, Mahkota Binokasih tidak lagi diperlakukan semata sebagai benda pusaka yang disimpan, melainkan sebagai simbol hidup yang dihadirkan kembali di tengah masyarakat melalui ruang-ruang budaya.

“Sehingga mulai tahun ini, Mahkota Binokasih diarak bukan lagi pakai mobil jeep, tetapi pakai acara kebudayaan yang berasal dari nilai-nilai leluhur kita, kemudian dibawa keliling Jawa Barat," kata Dedi

Kirab budaya itu melintasi delapan titik di Jawa Barat sebelum berpuncak di Bandung menuju Gedung Sate, lalu kembali ke Sumedang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Perang Iran Hantam Benua Bi...

Atasi Pertanian Lahan Gambut, ITS Ciptakan Traktor Perahu Listrik

42 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Atasi Pertanian Lahan Gambu...
Luar Negeri
Menuju 2050, Populasi Kambo...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.