Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Tambah Dana TKD untuk Pemulihan Pasca Bencana

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 04:55 WIB | Oleh:
Menkeu Tambah Dana TKD untuk Pemulihan Pasca Bencana Doc: TV Parlemen
Ket. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan siap menyalurkan tambahan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) ke provinsi terdampak bencana. Jumlahnya yang telah disetujui sebesar Rp10,65 triliun, yang akan disalurkan secara bertahap dalam tiga bulan.

“Jumlah tambahan alokasi TKD tersebut sesuai usulan Menteri Dalam Negeri,” kata Menkeu Purbaya dalam Rapat Kordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatra di gedung DPR RI, Rabu, (18/2).

Menurut dia, ada 47 daerah terdampak bencana yang mengalami penurunan TKD, dan ada 20 daerah tidak terdampak tapi TKD-nya turun.

“Semuanya akan direvisi ke atas, dan tambahan alokasi anggaran berupa penyelesaian kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) dan DBH tambahan. Serta untuk Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan dan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Aceh,” ujar Menkeu.

Menurut dia, tambahan alokasi TKD masih dalam kisarangan angggaran. Penyalurannya akan dilakukan di bulan Februari sebesar 40 persen, Maret 30 persen dan April 30 persen Untuk bulan Februari penyaluran paling lambat tanggal 28 Februari sebesar Rp4,2 triliun, tanpa persyaratan apapun.

“Penggunaan belanja diprioritaskan untuk belanja pokok pemda, penanggulangan bencana, dan kebutuhan mendesak lainnya,” ucap Menkeu.

Jadi, imbuh dia, untuk anggaran TKD sudah clear’ peruntukan dan timeline-nya. Menkeu juga menegaskan, pemerintah daerah terdampak bencana tidak kekurangan uang.

“Setiap awal bulan kita kirim sesuai jadwal tanpa persyaratan salur yang berlebihan,” kata Menkeu.

Sampai 17 Februari 2026, lanjutnya, TKD yang sudah disalurkan ke tiga provinsi terdampak bencana sebesar Rp13 triliun.

Jumlah itu meningkat 30 persen dibandingkan realisasi penyaluran TKD pada periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, kondisi keuangan Aceh memiliki anggaran Rp3,5 triliun, Sumatra Utara Rp4,5 triliun dan Sumatra Barat 1,8 triliun.

“Jadi mereka punya cash sekitar 9,9 triliun. Sehingga uang bukan masalah bagi mereka untuk membangun dan menangani bencana,” tegas Menkeu. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.