Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahkota Binokasih, Simbol Keagungan dan Legitimasi Sejarah Sunda

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 20:15 WIB | Oleh:

Prosesi tersebut menjadi bagian dari agenda baru bertajuk Milangkala Tatar Sunda, yang dirancang sebagai kegiatan rutin tahunan untuk memperkuat ingatan kolektif terhadap warisan budaya Sunda.

Perhatian Menteri Kebudayaan

Di balik berbagai upaya pelestarian Mahkota Binokasih, terdapat gagasan yang lebih luas: budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dihidupkan kembali sebagai energi pembangunan.

Perspektif inilah yang ditegaskan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam mendorong Mahkota Binokasih sebagai masterpiece tanah Sunda sekaligus aset strategis kebudayaan nasional.

“Potensi budaya yang ada di Sumedang ini luar biasa. Kita tidak ingin potensi ini hanya sekadar dilindungi, tetapi sesuai amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, potensi ini juga harus dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi ekonomi budaya serta industri budaya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut selaras dengan arah kebijakan nasional melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menekankan empat pilar utama: pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.

Dalam konteks Binokasih, pusaka sejarah tidak lagi berhenti sebagai koleksi museum, melainkan menjadi titik temu antara sejarah, ekonomi kreatif, pariwisata, dan identitas masyarakat.

Dukungan itu juga diterjemahkan dalam langkah konkret, mulai dari upaya revitalisasi keraton Sumedang Larang sebagai pusat kebudayaan, penguatan museum sebagai ruang edukasi publik, hingga pengembangan kawasan budaya yang terhubung dengan ekosistem pariwisata dan industri kreatif.

20260503202226_2.jpg

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melihat langsung Mahkota Binokasih di Sumedang, Jawa Barat. Antara/Ilham Nugraha

Keraton tidak diposisikan semata sebagai bangunan bersejarah, melainkan sebagai simpul aktivitas budaya yang hidup dan produktif.

Langkah tersebut sejalan dengan program nasional Kementerian Kebudayaan yang menempatkan revitalisasi warisan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis identitas.

Upaya ini mencakup digitalisasi arsip, penguatan festival budaya, pengembangan desa budaya, hingga kolaborasi dengan pelaku UMKM agar nilai budaya dapat bertransformasi menjadi manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.