Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026

📅 Jumat, 01 Mei 2026, 07:00 WIB | Oleh:
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026 Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang nyaris mencapai 20 persen sepanjang tahun ini mencerminkan tekanan berlapis dari faktor global dan domestik.

Dari eksternal, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah memperbesar ketidakpastian ekonomi global dan memicu sikap risk-off investor, sehingga arus modal cenderung keluar dari pasar berkembang seperti Indonesia.

Sentimen negatif tersebut diperkuat oleh evaluasi dari MSCI yang memengaruhi persepsi terhadap kualitas dan daya tarik pasar saham domestik.

Sementara itu, dari sisi internal, isu teknis seperti free float, HSC, hingga rebalancing indeks menambah tekanan jual, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak utama indeks.

Kombinasi sentimen ini menunjukkan bahwa pelemahan IHSG bukan sekadar koreksi jangka pendek, melainkan refleksi dari penyesuaian pasar terhadap risiko struktural dan dinamika global yang masih tinggi.

Hingga 30 April 2026, IHSG telah melemah 1.690,14 poin atau sekitar 19,55 persen menjadi 6.956,80 dari penutupan akhir tahun 2025 di level 8.646,94.

Seperti diketahui, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/4) sore, ditutup melemah 143,43 poin atau 2,03 persen ke posisi 6.956,80 dipicu oleh kombinasi sentimen risk off (investor global menghindari aset berisiko) dan tekanan dari domestik. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 14,80 poin atau 2,16 persen ke posisi 669,34.

“Pelemahan IHSG hari ini dipicu kombinasi sentimen global risk off dan tekanan domestik. Dari global, penguatan dolar AS dan ketidakpastian suku bunga mendorong capital outflow. Dari domestik, isu free float, HSC, dan rebalancing indeks memperdalam koreksi,” ujar pengamat pasar modal Reydi Octa saat dihubungi di Jakarta.

Reydi mengatakan, sikap investor khususnya asing, saat ini cenderung defensif dan melakukan net sell (aksi jual) di pasar saham Indonesia.

"Mereka lebih selektif, fokus ke pasar yang likuid dan stabil, sementara eksposur ke Indonesia sementara dikurangi," ujar Reydi.

Ia melanjutkan, saat ini investor menantikan kejelasan arah kebijakan suku bunga acuan global, stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta kepastian regulasi pasar domestik agar tidak menimbulkan keraguan investor untuk keputusan berinvestasi ke depan.

Dalam jangka pendek, Reydi memproyeksikan IHSG berpotensi masih akan sideways (mendatar) cenderung melemah, namun tetap terdapat peluang technical rebound.

"Selama belum ada katalis kuat dan arus dana asing belum kembali, tren naik masih terbatas," ujar Reydi.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona marah hingga penutupan perdagangan saham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Ekonomi
IHSG Anjlok, HIPMI Ajak Pel...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.