Terbongkar! Peserta UTBK di Universitas Tidar Diduga Curang Pakai Alat Bantu Dengar Elektronik
📅 Rabu, 29 Apr 2026, 12:19 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPanitia Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Pusat UTBK Universitas Tidar menemukan indikasi kecurangan yang dilakukan seorang peserta dengan menggunakan alat bantu dengar secara elektronik pada pelaksanaan ujian sesi ke-16, Selasa (28/4) sore .
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Tidar (Untidar) Suyitno di Magelang, Rabu, menyampaikan peserta tersebut kedapatan membawa sejumlah alat bantu komunikasi ilegal saat ujian berlangsung.
Ia menyampaikan kronologi kejadian bermula dari kecurigaan pengawas ruangan terhadap gerak-gerik salah satu peserta yang tampak tidak wajar.
Peserta tersebut berulang kali menyentuh bagian telinga dan secara intens mengamati posisi pengawas di dalam ruangan.
"Pengawas lokasi merasa ada sesuatu yang tidak umum atau janggal pada perilaku peserta tersebut sehingga yang bersangkutan mulai menjadi pusat perhatian pengawas," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kecurigaan ini kemudian dilaporkan kepada penanggung jawab lokasi yang sedang melakukan monitoring rutin ke setiap ruangan untuk memastikan pelaksanaan UTBK berjalan sesuai prosedur.
Setelah menerima laporan, katanya, penanggung jawab lokasi melakukan pengamatan mendalam terhadap peserta yang bersangkutan.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan sebuah alat bantu dengar yang terpasang pada telinga peserta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah dilakukan konfirmasi lebih lanjut, peserta tersebut mengakui dirinya dalam kondisi sehat dan bukan penyandang disabilitas rungu.
Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan melibatkan panitia UTBK dari tim teknis untuk pemeriksaan lebih detail.
Hasilnya, petugas menemukan perangkat tambahan berupa telepon seluler serta sebuah kotak elektronik berbentuk chip yang disamarkan menggunakan sampul menyerupai kartu akses hotel sebagai bentuk kamuflase.
Prosedur ujian tetap dilanjutkan meskipun ditemukan alat bantu ilegal, panitia tetap mengedepankan prosedur kemanusiaan.
Ujian peserta sempat dihentikan sementara untuk keperluan pemeriksaan. Setelah seluruh perangkat disita, peserta tetap diperbolehkan melanjutkan sisa ujiannya hingga waktu berakhir.
Ia menuturkan setelah ujian berakhir, panitia melakukan pertemuan tertutup yang dihadiri oleh penanggung jawab lokasi, koordinator pelaksana, penanggung jawab monitoring dan evaluasi, serta koordinator teknologi informasi dan komunikasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!