Seberapa Sehatkah Oatmeal? Berikut Manfaat Kesehatan dan Cara Mengkonsumsi yang Benar
📅 Senin, 27 Apr 2026, 14:10 WIB | Oleh: Lili LestariOat telah dikonsumsi selama berabad-abad. Dikenal sebagai makanan bergizi, sederhana, dan murah, kini oat menjadi makanan pokok dalam budaya kesehatan.
Seorang ahli diet Northwell Health di Long Island, Elizabeth Hyde-Daddio, mengatakan, oat adalah "makanan seimbang" dengan kandungan protein yang baik, lemak yang relatif sedikit, dan berbagai vitamin serta mineral.
Namun, yang benar-benar membedakannya dengan makanan lain adalah oat merupakan salah satu sumber serat yang sangat bermanfaat. Berikut penjelasannya:
1. Baik untuk Jantung
Banyak penelitian menemukan bahwa oat menurunkan kolesterol LDL atau kolesterol "jahat" yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagian besar efek ini berasal dari beta-glukan, sejenis serat yang mengentalkan isi di dalam usus, memerangkap asam empedu yang kaya kolesterol dan membawanya keluar dari tubuh.
Bukti yang ada cukup kuat sehingga, sejak tahun 1990-an, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat mengaitkan beta-glukan dalam gandum utuh – setidaknya tiga gram per hari, atau setara dengan setengah cangkir gandum gulung – dengan risiko penyakit jantung koroner yang lebih rendah.
Dalam sebuah uji coba kecil, mengonsumsi beta-glukan sebanyak ini setiap hari mengurangi kolesterol LDL sebesar 12 persen setelah empat minggu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Orang-orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi, khususnya, dapat "merasakan manfaat signifikan dan langsung," kata Padmanaban Krishnan, profesor emeritus ilmu susu dan pangan di South Dakota State University.
Ada juga bukti yang muncul bahwa senyawa lain dalam oat, termasuk antioksidan seperti avenanthramida, dapat membantu menurunkan tekanan darah, kata Candida Rebello, direktur laboratorium program nutrisi dan penyakit kronis di Louisiana State University.
2. Mendukung Kadar Gula Darah Sehat
Setelah mengonsumsi makanan kaya karbohidrat, kadar gula darah cenderung melonjak, tetapi penelitian menunjukkan bahwa oat dapat meredam lonjakan tersebut, kata Dr. Rebello.
Makanan tinggi serat memperlambat pencernaan dan mencegah glukosa masuk ke aliran darah terlalu cepat, kata Dr. Krishnan. Beta-glukan sangat membantu dalam hal ini.
Mengonsumsi oat dapat sangat bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2, katanya. Beberapa data juga menunjukkan bahwa oat dapat membantu pencegahan. Dalam sebuah studi tahun 2020, mengkonsumsi oatmeal yang lebih tinggi (setidaknya dua porsi per minggu) dikaitkan dengan risiko terkena diabetes tipe 2 yang 21 persen lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi oatmeal yang lebih rendah (kurang dari satu porsi per bulan).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!