Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Permintaan Layanan Sedot Tinja Meningkat, Warga Jakarta Makin Sadar Sanitasi

📅 Senin, 06 Okt 2025, 22:27 WIB | Oleh:
Permintaan Layanan Sedot Tinja Meningkat, Warga Jakarta Makin Sadar Sanitasi Doc: Antara Foto
Ket. Petugas Perumda Paljaya melakukan penyedotan tangki septik Masjid Raya Al Insan Patal Senayan sebagai bentuk kepedulian sanitasi bersih di lingkungan tempat ibadah, Jakarta, Selasa (6/5/2025)

Direktur Utama Perumda Paljaya, Untung Suryadi menyebutkan warga Jakarta semakin sadar untuk memanfaatkan layanan penyedotan tinja di tangki septik (septic tank) secara terjadwal, salah satunya dibuktikan angka permintaan penyedotan tinja yang meningkat.

“Penyedotan lumpur tinja meningkat 100 persen dibandingkan tahun lalu. Artinya masyarakat makin sadar, mereka menyedot secara terjadwal. Kesadaran ini merupakan hasil dari gencarnya sosialisasi yang dilakukan di tingkat kecamatan dan kelurahan,” ujar Untung dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Data Paljaya menunjukkan, volume penyedotan tercatat sekitar 2.500 meter kubik hingga Juni 2024, dan angka ini naik menjadi 4.800 meter kubik pada periode yang sama tahun 2025.

Untuk mengimbangi tingginya permintaan layanan sedot tinja dari masyarakat, Perumda Paljaya berencana menambah 10 unit truk sedot tinja baru pada tahun ini, sehingga total armada truk sedot tinja Paljaya menjadi 27 unit.



Untung menjelaskan, truk baru yang akan dioperasikan memiliki kapasitas 4.000 liter dengan teknologi pompa vakum yang lebih higienis. Armada berwarna putih-biru ini dioperasikan oleh dua petugas bersertifikasi yang dibekali alat pelindung diri (APD) lengkap, serta mengikuti standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pelanggan.

Menurut dia, satu truk mampu melakukan delapan kali penyedotan dengan rata-rata dua rumah per layanan dalam sehari.

“Yang terpenting, lumpur tinja hasil sedotan dibawa ke tempat pengolahan resmi, sehingga masyarakat bisa tenang karena penanganannya sesuai ketentuan,” paparnya.

Untung menambahkan, proses kedatangan armada baru dilakukan bertahap mulai Oktober hingga November 2025 agar seluruh armada dapat beroperasi maksimal sebelum akhir tahun.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) gencar melakukan sosialisasi sedot tinja untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengurasan tangki septik secara rutin demi mencegah risiko ledakan dan masalah sanitasi.


Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno pun ikut turun tangan, salah satunya melalui kegiatan yang diadakan pada Sabtu (4/10).

Wagub mengingatkan agar warga agar melakukan penyedotan tinja di tangki septik atau septik tank setiap tiga tahun sekali demi menghindari risiko meledak akibat penumpukan gas.

Wagub DKI ingatkan warga agar sedot tangki septik tiga tahun sekali 

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno mengingatkan warga agar melakukan penyedotan tinja di tangki septik (septic tank) setiap tiga tahun sekali untuk menghindari risiko meledak akibat penumpukan gas.

"Ingat, 'septic tank' atau tempat tinja minimal tiga tahun sekali harus disedot," kata dia di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu.

Hal ini dia sampaikan mengingat rata-rata masyarakat di Jakarta belum menyadari pentingnya melakukan penyedotan tangki septik secara rutin.

Masyarakat bisa memanfaatkan layanan jasa sedot tangki septik swasta atau Paljaya. Menurut dia, tarif yang dibebankan tak mahal. Berdasarkan informasi dari laman resmi Paljaya, biaya sedot lumpur tinja Rp150 ribu per m3.

"Kalau tidak disedot bisa meledak. Kejadian di Pamulang meledak dari 'septic tank'. Ternyata jalaupun sedot 'septic tank' tidak boleh sampai kering, harus disisakan karena di situ ada bakteri," ujar Rano.

Dia mengatakan sosialisasi terkait pentingnya sanitasi yang aman harus terus dilakukan termasuk penyedotan tinja di tangki septik setiap tiga tahun sekali.

Sebelumnya, saat meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Setiabudi di Jalan Galunggung, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/10), Rano mendorong peningkatan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Paljaya.

Hal ini untuk memastikan pengolahan limbah berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi kesehatan warga serta kualitas lingkungan kota.

Sebab saat ini, kata dia, 70 persen limbah di Jakarta belum diolah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.