Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek Bendungan Riam Kiwa Dikebut, Pemkab Banjar Bidik Lonjakan Ekonomi Baru

📅 Senin, 27 Apr 2026, 11:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Proyek Bendungan Riam Kiwa Dikebut, Pemkab Banjar Bidik Lonjakan Ekonomi Baru Doc: ANTARA/HO-PPK Bendungan Tapin.
Ket. Pemandangan lokasi bendungan Tapin di Kalimantan Selatan.

BANJAR – Pembangunan bendungan merupakan investasi strategis yang berdampak lintas sektor, terutama dalam memperkuat ketahanan air, pangan, dan energi.

Dengan kapasitas tampung yang besar, bendungan mampu mengatur ketersediaan air sepanjang tahun, menekan risiko banjir saat musim hujan, sekaligus menjaga suplai irigasi di musim kemarau.

Fungsi multipurpose ini menjadikannya instrumen penting dalam menstabilkan produksi pertanian dan mendukung pembangkit listrik tenaga air.

Namun, efektivitas bendungan tidak hanya ditentukan oleh konstruksi fisik, melainkan juga tata kelola pasca-pembangunan.

Tanpa sistem distribusi air yang efisien, pemeliharaan yang konsisten, serta koordinasi antarwilayah, manfaat bendungan kerap tidak optimal.

Selain itu, aspek sosial dan lingkungan—seperti relokasi warga dan perubahan ekosistem—perlu dikelola secara hati-hati agar tidak menimbulkan biaya jangka panjang yang lebih besar.

Dengan perencanaan terpadu dan manajemen berkelanjutan, bendungan dapat menjadi pengungkit utama pembangunan ekonomi daerah.

Tantangannya terletak pada memastikan bahwa proyek ini tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga berfungsi maksimal dalam mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menggenjot pembangunan Bendungan Riam Kiwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pembukaan peluang usaha dan peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Upaya tersebut dilakukan dengan mempercepat penyelesaian tahap akhir kesiapan lahan agar proyek segera berjalan dan memberikan dampak ekonomi secara langsung.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar Ikhwansyah di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (27/4), mengatakan, proses saat ini difokuskan pada penilaian aset warga terdampak sebagai bagian dari tahapan strategis pembangunan.

“Secara umum kesiapan lahan telah berada pada tahap akhir. Saat ini, proses berlanjut pada penilaian tanaman milik warga yang berada di atas lahan terdampak,” ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan penilaian dilakukan oleh appraisal independen untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam penentuan nilai ganti rugi bagi masyarakat.

“Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus meminimalisir potensi konflik sosial,” kata Ikhwansyah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Lagi-lagi Pada Hari Kamis Pagi Udara Jakarta Sangat Buruk

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lagi-lagi Pada Hari Kamis P...

Tingkatkan Riset dan Pembangunan SDM, Unhas Jalin Kerja Sama

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tingkatkan Riset dan Pemban...
Megapolitan
Tramtib Wilayah, Tangerang ...
Ekonomi
Per Juli 2026, Arus Petikem...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka   

Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka  

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.