Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Muhammad Qodari soal Kabar Prabowo “Reshuffle” Pejabat: Itu Hak Prerogatif Presiden

📅 Senin, 27 Apr 2026, 12:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Muhammad Qodari soal Kabar Prabowo “Reshuffle” Pejabat: Itu Hak Prerogatif Presiden Doc: ANTARA
Ket. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengatakan perombakan (reshuffle) pejabat di susunan Kabinet Merah Putih merupakan hak preogratif Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Qodari menanggapi kabar yang beredar bahwa Presiden Prabowo akan melakukan reshuffle sejumlah pejabat pada hari ini. Salah satu pejabat yang dikabarkan akan dilantik adalah Qodari.

"Itu semua prerogatif Presiden," kata Qodari saat dihubungi ANTARA, Senin (27/4) siang.

Qodari menegaskan terkait kabar perombakan susunan kabinet, publik diminta menunggu perkembangan lebih lanjut dari Presiden.

Menurut dia, keputusan mengenai perubahan susunan pejabat kabinet berada sepenuhnya di tangan Kepala Negara sebagai pemegang kewenangan prerogatif tersebut.

"Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden ya," ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya buka suara mengenai reshuffle Kabinet oleh Presiden Prabowo. Dia meminta awak media untuk bersabar terkait hal tersebut.

"Tunggu saja," kata Seskab Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4).

Diketahui, Presiden Prabowo telah melakukan empat kali perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih sepanjang pemerintahannya.

Pada reshuffle jilid pertama, 19 Februari 2025, Presiden melantik Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro. Selain itu, Muhammad Yusuf Ateh dilantik sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) didampingi Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BPKP.

Presiden juga melantik Amalia Adininggar Widyasanti sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) dengan wakilnya Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pada jilid kedua, 8 September 2025, Presiden menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Selain itu, Mukhtarudin dilantik sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menggantikan Abdul Kadir Karding, serta Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi.

Presiden juga melantik Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah dan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil menterinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.