BBM Kuba Langka, Rusia Tuding Tekanan AS Perparah Krisis
📅 Rabu, 11 Feb 2026, 15:38 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
MOSKOW - Russia pada Senin (9/2) mengatakan bahwa Kuba sedang menghadapi kelangkaan bahan bakar yang sangat parah, seraya menuduh Amerika Serikat (AS) berupaya mencekik ekonomi negara berbentuk pulau tersebut.
Situasi bahan bakar di Kuba "memang kritis," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, ketika ditanya tentang kelangkaan bahan bakar jet di Kuba dan apakah hal itu akan memengaruhi wisatawan Russia yang berencana meninggalkan negara itu.
Peskov mengatakan Russia terus menjalin kontak intensif dengan Kuba melalui jalur diplomatik dan jalur lainnya.
"Taktik mencekik yang digunakan AS memang menyebabkan banyak kesulitan bagi negara itu. Kami sedang mendiskusikan dengan rekan-rekan Kuba kami mengenai kemungkinan cara untuk menyelesaikan masalah ini, atau setidaknya memberikan semua bantuan yang memungkinkan," ujar Peskov.
AS telah mengecap Kuba sebagai "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa" bagi keamanan nasional AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
AS menyatakan akan membuat Kuba tidak lagi menerima minyak Venezuela setelah operasi pada Januari untuk menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Washington mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara lain, termasuk Meksiko, jika mereka terus memasok bahan bakar ke Kuba.
Kuba telah memperingatkan maskapai penerbangan internasional bahwa bahan bakar jet tidak akan tersedia di negara pulau tersebut mulai Selasa (10/2) sehingga mendorong maskapai-maskapai seperti Air Canada menangguhkan atau menyesuaikan penerbangan di tengah kelangkaan bahan bakar tersebut. Ant/Xinhua
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!