Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iran Ajukan Tawaran ke AS: Selat Hormuz Segera Dibuka, Dialog Nuklir Ditunda

📅 Senin, 27 Apr 2026, 18:43 WIB | Oleh:
Iran Ajukan Tawaran ke AS: Selat Hormuz Segera Dibuka, Dialog Nuklir Ditunda Doc: AFP/ATTA KENARE

JAKARTA - Iran mengusulkan agar Selat Hormuz dapat segera dibuka dan perang diakhiri, tetapi dengan perundingan nuklir ditunda ke tahap selanjutnya, menurut laporan media, Minggu (26/4).

Dilaporkan Axios, usulan tersebut disampaikan kepada AS melalui pihak penengah, termasuk Pakistan, di tengah kebuntuan diplomatik atas program nuklir Iran.

Sumber menyampaikan rencana tersebut ditujukan untuk mengatasi kebuntuan terkait pengayaan uranium demi mempercepat tercapainya kesepakatan pembukaan blokade dan pemulihan lalu lintas pelayaran.

Usulan yang disampaikan mencakup perpanjangan gencatan senjata, untuk waktu yang lama atau permanen, dengan pembicaraan soal nuklir hanya akan dimulai setelah Selat Hormuz dibuka dan pembatasan yang ada diakhiri.

Seorang pejabat AS dan sumber yang terkait dengan pembahasan itu mengatakan, Gedung Putih telah menerima proposal dimaksud, meski belum memberi isyarat apakah bersedia menindaklanjutinya.

Adapun Presiden AS Donald Trump disebut akan mengadakan rapat dengan pejabat keamanan senior pada Senin (27/4) untuk membahas jalan keluar mengatasi kebuntuan yang terjadi.

Trump berkata dirinya ingin mempertahankan blokade laut atas Iran untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

"Ketika anda punya minyak yang sangat banyak ... dan jika salurannya ditutup ... salurannya akan meledak dari dalam," kata Trump, sembari mengeklaim Iran hanya punya "tiga hari" sebelum menghadapi tekanan internal.

Sementara itu, langkah diplomatik terus berjalan secara intensif pada akhir pekan, dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan dengan mitra di Islamabad, Pakistan, dan Muscat, Oman, terkait situasi di Selat Hormuz.

Menlu Araghchi tiba di St. Petersburg, Russia, pada Senin pagi untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Vladimir Putin dan pejabat senior lain.

"Hal ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif ... AS memegang semua kartunya," kata juru bicara Gedung Putih Olivia Wales.

AS dan Iran melakukan negosiasi tahap pertama di Islamabad pada 11-12 April lalu, tetapi gagal mencapai kesepakatan mengakhiri konflik.

Pembicaraan tersebut digelar setelah Pakistan berhasil mendorong tercapainya gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Trump.

Meski berbagai pihak mengusahakan negosiasi dilanjutkan, sejumlah isu masih menjadi ganjalan dalam prosesnya, antara lain terkait Selat Hormuz, blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan hak Iran melakukan pengayaan uranium. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Peluang Melemah Terbuka, 22...
Megapolitan
BPBD Tangerang Antisipasi D...

Menanam bambu untuk menjaga mata air

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Menanam bambu untuk menjaga...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.