Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bappissus Hentikan Sementara Ribuan SPPG

📅 Sabtu, 25 Apr 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Bappissus Hentikan Sementara Ribuan SPPG Doc: YouTube APPMBGI
Ket. Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investasi Khusus (Bappissus) Aris Marsudiyanto 

JAKARTA - Badan Pengendalian Pembangunan dan Investasi Khusus (Bappissus) mencatat 1.700 SPPG dihentikan sementara. Penghentian terkait pelanggaran operasional program Makan Bergizi Gratis nasional.

Kepala Bappissus Aris Marsudiyanto menekankan, pelaku usaha tidak boleh hanya mengejar keuntungan. Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial membangun bangsa.

“Saya minta bapak dan ibu tidak hanya berpikir soal keuntungan semata. Kita punya tanggung jawab memperbaiki bangsa ini bersama," kata Aris saat memberikan sambutan dalam Pembukaan APPMBGI National Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (25/4).

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Summit 2026 sendiri membahas penguatan pelaksanaan program MBG. Menurut dia, pemerintah telah menghitung indeks biaya menu secara matang.

Perhitungan dilakukan berdasarkan kondisi riil harga pangan di lapangan. Ia meminta APPMBGI mematuhi standar kualitas sekaligus kepatuhan untuk memastikan gizi optimal bagi penerima.

“Pemerintah telah menghitung biaya menu berdasarkan kondisi riil di lapangan. Standar kualitas harus dipatuhi demi manfaat maksimal," ujar dia.

Dalam evaluasi, ditemukan praktik pengurangan porsi makanan oleh sejumlah penyedia. Mulai dari pengurangan lauk hingga menu bergizi anak.

Aris menilai praktik tersebut mencederai tujuan utama program nasional. Program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.

“Saya melihat pembagian lauk tidak sesuai standar yang ditetapkan. Hal ini tidak boleh terjadi dalam program ini," kata dia.

Selain makanan, kualitas air produksi juga menjadi perhatian serius. Air tercemar dapat memicu keracunan meski makanan telah sesuai standar.

“Makanannya baik, tetapi air buruk bisa menyebabkan keracunan. Kualitas air harus diawasi dengan ketat," ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.