Perintah Trump: Tembak dan Hancurkan Setiap Kapal Pemasang Ranjau Iran!
📅 Jumat, 24 Apr 2026, 06:40 WIB | Oleh: AlfredISTANBUL - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan instruksi tegas kepada jajaran Angkatan Laut AS untuk melakukan tindakan destruktif terhadap setiap kapal kecil yang terdeteksi memasang ranjau di Selat Hormuz.
Melalui pernyataan di platform Truth Social pada Kamis (23/4), Trump menegaskan tidak boleh ada keraguan dalam pelaksanaan perintah tembak di tempat demi menjaga keamanan jalur transit energi dunia tersebut.
Meski saat ini status gencatan senjata dengan Iran masih diperpanjang, Trump mengklaim bahwa sebagian besar kekuatan laut Iran telah dihancurkan, namun sisa-sisa ancaman berupa ranjau berteknologi GPS masih menjadi hambatan serius yang memaksa AS memperketat blokade perairan secara total.
"Saya telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembak dan menghancurkan kapal apa pun yang memasang ranjau di perairan itu," kata Trump di platform Truth Social.
Dia meminta tidak boleh ada keraguan bagi tentara AS dalam melaksanakan perintah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump juga mengeklaim seluruh pasukan Angkatan Laut Iran, yang terdiri atas 159 kapal, berada di dasar laut dan setiap kapal di antaranya memasang ranjau adalah kapal-kapal kecil.
Dia juga menginstruksikan peningkatan penyapuan ranjau tiga kali lipat lebih kuat untuk membersihkan jalur transit yang secara efektif "diganggu" Iran setelah dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu.
Perintah tersebut dikeluarkan di tengah gencatan senjata AS dengan Iran yang diperpanjang Trump tanpa batas waktu pada Selasa (21/4) di tengah negosiasi yang macet.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pentagon mengatakan kepada Kongres bahwa pembersihan Selat Hormuz dari ranjau secara penuh dapat memakan waktu hingga enam bulan, menurut laporan Washington Post.
Para anggota parlemen diberitahu bahwa Iran mungkin telah menempatkan 20 ranjau atau lebih di dalam dan di sekitar jalur air tersebut. Beberapa di antaranya dipasang jarak jauh dengan menggunakan teknologi GPS, sehingga deteksi menjadi jauh lebih sulit, menurut laporan tersebut.
Perdebatan tentang ranjau di Selat Hormuz itu bukanlah hal baru. Trump menyatakan Iran telah atau sedang menyingkirkan ranjau tersebut dan sebagian besar "penebar ranjau" Iran telah dihancurkan dalam serangan AS.
Namun demikian, Iran membantah telah menempatkan ranjau di jalur air tersebut. Iran menyebut tuduhan itu sebagai propaganda Amerika, meskipun media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengeluarkan peta jalur aman di daerah tersebut.
Diberitakan secara terpisah, Trump mengeklaim Iran sedang mengalami konflik intens di internal negaranya antara kelompok garis keras, yang menurutnya kalah telak di medan perang, dengan kelompok moderat, yang tidak terlalu moderat tetapi mendapat rasa hormat.
"Iran sedang mengalami kesulitan besar untuk menentukan siapa pemimpin mereka," kata Trump.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!