Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gelar Gerakan One Man, One Tree” PTPN Targetkan Ribuan Pohon Tertanam

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 15:17 WIB | Oleh:

Lebih dari sekadar target angka, keberhasilan program juga diukur dari tingkat kelangsungan hidup tanaman, dampaknya terhadap pemulihan lahan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Libatkan Pemerintah, Mahasiswa, dan Warga

Salah satu kekuatan utama program ini adalah pendekatan kolaboratif. PTPN Group melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, organisasi masyarakat, komunitas lingkungan, hingga warga sekitar area operasional.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keterlibatan masyarakat juga menciptakan rasa memiliki terhadap pohon yang ditanam sehingga perawatan pascatanam dapat berjalan lebih baik.

Selain penanaman, kegiatan di sejumlah wilayah juga diiringi edukasi mengenai pentingnya penghijauan, konservasi air, pengelolaan sampah, serta pemanfaatan tanaman produktif untuk peningkatan ekonomi keluarga.

Tanaman Disesuaikan dengan Kondisi Daerah

Untuk memastikan manfaat maksimal, jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan kebutuhan ekologis serta potensi sosial ekonomi di masing-masing wilayah.

Pada kategori konservasi, tanaman yang dipilih antara lain pinus, damar, mahoni, cendana, bayur, jamblang, kiara payung, cemara, dan ketapang. Jenis-jenis ini dikenal memiliki fungsi penting dalam menjaga struktur tanah, meningkatkan daya serap air, menahan erosi, serta memperbaiki kualitas udara.

Sementara itu, tanaman produktif yang ditanam meliputi alpukat, nangka, durian, jambu, dan aren. Selain berfungsi menghijaukan kawasan, tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Pendekatan kombinasi antara tanaman konservasi dan produktif menunjukkan bahwa penghijauan tidak harus bertentangan dengan kesejahteraan masyarakat. Justru, lingkungan yang terjaga dapat menjadi sumber ekonomi baru jika dikelola secara berkelanjutan.

Fokus di DAS dan Lahan Kritis

Lokasi penanaman diprioritaskan pada kawasan yang memiliki nilai strategis terhadap lingkungan. Beberapa di antaranya adalah Daerah Aliran Sungai (DAS), lahan kritis, area resapan air, serta ruang publik yang membutuhkan tambahan ruang hijau.

Rehabilitasi DAS menjadi penting karena kawasan ini berperan besar dalam menjaga ketersediaan air, mencegah banjir, serta menopang kehidupan masyarakat di wilayah hilir. Sementara penghijauan lahan kritis diharapkan mampu memulihkan kesuburan tanah dan mencegah degradasi lahan lebih lanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.