RSCM Siapkan Layanan LVAD untuk Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Tingkatkan Harapan Hidup dan Kurangi Angka Kematian
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 19:57 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyiapkan layanan Left Ventricular Assist Device (LVAD) sebagai terapi bagi pasien gagal jantung stadium lanjut guna membantu meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup pasien.
Direktur Utama RSCM Supriyanto Dharmoredjo mengatakan pengembangan layanan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap terapi gagal jantung modern di Indonesia.
"Kami menyambut baik kesempatan untuk menghadirkan solusi penanganan gagal jantung yang lebih maju di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu menurunkan angka kematian akibat gagal jantung yang masih tinggi, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap terapi inovatif tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri," kata Supriyanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (31/7).
LVAD merupakan alat bantu pompa jantung mekanis yang dipasang melalui tindakan operasi untuk membantu ventrikel kiri memompa darah ke seluruh tubuh pada pasien dengan fungsi jantung yang telah menurun drastis.
Berdasarkan Global Burden of Disease (GBD) 2019, prevalensi gagal jantung di Indonesia mencapai sekitar 900-1.000 kasus per 100.000 penduduk, dengan tingkat kematian sekitar 34,1 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai tahap awal, RSCM dijadwalkan melakukan pemasangan LVAD pertama kepada seorang pasien perempuan berusia 45 tahun dengan fungsi pompa jantung 14 persen yang telah berulang kali menjalani perawatan akibat gagal jantung.
Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM Birry Karim mengatakan pengembangan layanan LVAD menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan gagal jantung stadium lanjut yang selama ini mengandalkan terapi obat maupun transplantasi jantung.
Perangkat LVAD generasi terbaru yang akan digunakan memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya sehingga membuka peluang tindakan yang lebih aman dan efektif bagi lebih banyak pasien.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain penyediaan perangkat, pengembangan layanan juga mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu seleksi pasien, penyusunan protokol klinis, pendampingan pascaoperasi melalui LVAD Coordinator, serta memperkuat komunikasi multidisiplin antartenaga kesehatan.
Pendiri sekaligus Chairman Borderless Healthcare Group dan pendiri HeartSPAN.ai Wei Siang Yu menambahkan bahwa pendekatan tersebut mencakup pemilihan pasien, implantasi perangkat LVAD berukuran kecil dan ringan, hingga pendampingan pascaoperasi berdasarkan protokol internasional.
Ia mengatakan perkembangan teknologi regeneratif, termasuk terapi sel punca (stem cell), berpotensi menjadikan LVAD sebagai terapi sementara pada sebagian pasien apabila fungsi jantung dapat dipulihkan pada masa mendatang.
Maka dari itu, guna mendukung layanan tersebut, tim multidisiplin RSCM yang terdiri atas dokter spesialis bedah jantung, dokter spesialis jantung, tenaga rehabilitasi, dan perawat telah menjalani pelatihan di Fuwai Hospital, Beijing, yang mencakup seleksi pasien, teknik implantasi LVAD, penanganan pascaoperasi, hingga pengembangan layanan sesuai standar internasional.
Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Konsultan Bedah Jantung Dewasa RSCM M. Arza Dutra mengatakan keberhasilan terapi LVAD bergantung pada kolaborasi multidisiplin sejak sebelum operasi hingga pemantauan pasien setelah pemasangan alat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!