Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD Bogor Soroti Selisih Data DTSEN, Minta Hak Penerima Bansos Tak Hilang

25 Jumat, 31 Jul 2026, 19:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPRD Bogor Soroti Selisih Data DTSEN, Minta Hak Penerima Bansos Tak Hilang DPRD Bogor Soroti Selisih Data DTSEN, Minta Hak Penerima Bansos Tak Hilang Doc: Antara
Ket. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Fajar Muhamad Nur di Gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat.

Kota Bogor – Komisi IV DPRD Kota Bogor meminta penyaluran bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari APBD tidak sepenuhnya mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) selama proses penyempurnaan data masih berlangsung.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Fajar Muhamad Nur mengatakan rekomendasi tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Bagian Kesejahteraan Rakyat, dan Dinas Kesehatan.

"Kami meminta keterangan dari BPS terkait variabel dan pengelompokan desil. Rekomendasi kami adalah mengevaluasi kembali program bantuan yang dibiayai APBD agar tidak sepenuhnya mengacu pada parameter data sensus nasional, sehingga hak masyarakat tidak hilang," kata Fajar di Kota Bogor, Jumat (31/7).

Menurut Fajar, proses penyempurnaan DTSEN diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan. Selama masa transisi tersebut, pemerintah daerah dinilai perlu memiliki ruang diskresi agar masyarakat yang layak tetap menerima bantuan meskipun datanya belum sepenuhnya sinkron dengan basis data nasional.

Ia juga mengungkapkan Pemerintah Kota Bogor telah mengalokasikan anggaran untuk melakukan verifikasi lapangan melalui Dinas Sosial guna meningkatkan akurasi data penerima bantuan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Subhan menyebut terdapat selisih sekitar 20 ribu warga antara data milik Pemerintah Kota Bogor dan data nasional. Karena itu, menurutnya, data daerah perlu tetap dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam penyaluran bansos.

Menanggapi hal tersebut, Statistisi Ahli Muda BPS Kota Bogor Ferry Maurist menjelaskan bahwa perubahan desil penerima bantuan merupakan hal yang dinamis karena dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat serta proses pemeringkatan yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Ferry menambahkan masyarakat yang merasa data sosial ekonominya belum sesuai dapat memanfaatkan fitur Usul Sanggah pada aplikasi Cek Bansos untuk mengajukan pembaruan maupun sanggahan terhadap data yang tercatat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Marc Marquez Menangi Sprint...
Rona
Syuting Miami Vice '85, Mic...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.