Fenomena Tabungan Pelajar Menguat, OJK Catat Puluhan Juta Rekening Aktif
📅 Jumat, 24 Apr 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Tren peningkatan tabungan pelajar mencerminkan mulai menguatnya literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.
Hal ini tidak lepas dari peran program edukasi keuangan di sekolah, digitalisasi layanan perbankan, serta kemudahan akses produk tabungan yang dirancang khusus bagi pelajar.
Secara tidak langsung, kebiasaan menabung sejak dini menjadi fondasi penting dalam membentuk perilaku finansial yang lebih disiplin dan berorientasi jangka panjang.
Namun, peningkatan ini juga perlu dilihat secara kritis. Pertumbuhan nominal tabungan belum tentu mencerminkan kualitas pemahaman keuangan jika tidak diikuti kemampuan mengelola, merencanakan, dan menginvestasikan dana.
Karena itu, tren positif ini sebaiknya diimbangi dengan penguatan kurikulum literasi keuangan yang lebih aplikatif, agar pelajar tidak hanya terbiasa menabung, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial yang cerdas di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan, jumlah rekening pelajar telah mencapai 59,03 juta dengan total nominal sebesar Rp30,31 triliun per Februari 2026.
Dian, melalui jawaban tertulis di Jakarta, Jumat (24/4), mengatakan bahwa tren tabungan pelajar terus menunjukkan peningkatan. Jumlah rekening bertambah 1.040.035 rekening (1,79 persen) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun hingga saat ini, tabungan pelajar berkontribusi sebesar 0,97 persen terhadap total dana tabungan perbankan yang mencapai Rp3.115,62 triliun.
“Ke depan, OJK memandang tren pertumbuhan tabungan pelajar akan tetap positif, didukung oleh penguatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar serta perluasan implementasi program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang diinisiasi bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah,” kata Dian.
Ia juga memandang, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak pada momen Lebaran menjadi peluang untuk mendorong budaya menabung sejak dini.
Momentum Idul Fitri yang identik dengan pencairan THR umumnya memberikan dorongan musiman terhadap likuiditas perbankan, khususnya pada dana pihak ketiga (DPK) dan komponen tabungan.
Hingga Februari 2026, kinerja DPK industri perbankan menunjukkan akselerasi yang cukup kuat, dengan pertumbuhan mencapai 13,86 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,75 persen (yoy).
Dari sisi komponen, tabungan juga mencatat pertumbuhan yang relatif baik, yakni 8,12 persen (yoy) pada Februari 2026, meningkat dari 7,21 persen (yoy) pada Februari 2025.
OJK memandang tren penghimpunan DPK tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang positif, meskipun dengan laju yang lebih moderat seiring dengan proses normalisasi setelah akselerasi pada periode sebelumnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!