Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Jamin Timnas Iran Tetap Disambut di Piala Dunia, Wacana Italia Picu Polemik

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 09:09 WIB | Oleh:
AS Jamin Timnas Iran Tetap Disambut di Piala Dunia, Wacana Italia Picu Polemik Doc: AFP
Ket. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.

WASHINGTON — Pemerintah Amerika Serikat memastikan tim nasional Iran tetap diterima untuk tampil di ajang Piala Dunia FIFA tahun ini, di tengah kontroversi usulan agar Italia menggantikan posisi mereka.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa Washington tidak pernah melarang kehadiran tim Iran. Namun, ia memberi catatan bahwa pembatasan bisa berlaku bagi anggota delegasi tertentu yang memiliki keterkaitan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang oleh AS dan sejumlah negara lain dikategorikan sebagai organisasi teroris.

“Tidak ada dari pihak AS yang mengatakan mereka tidak boleh datang,” ujar Rubio dalam konferensi pers di Gedung Putih.

“Masalahnya bukan pada atlet mereka, melainkan beberapa individu lain yang mungkin memiliki hubungan dengan IRGC. Kami mungkin tidak bisa mengizinkan mereka masuk, tetapi bukan para pemainnya,” lanjutnya.

Pernyataan Rubio sekaligus menjauhkan pemerintah AS dari wacana yang dilontarkan utusan khusus kelahiran Italia, Paolo Zampolli. Dalam laporan Financial Times, Zampolli mengusulkan agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia, bahkan disebut telah menyampaikan ide tersebut kepada Presiden Donald Trump dan FIFA.

Namun, usulan tersebut langsung ditolak oleh pemerintah dan otoritas olahraga Italia. Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menyebut gagasan itu tidak realistis.

“Pertama, itu tidak mungkin; kedua, tidak pantas. Kualifikasi ditentukan di lapangan,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio. “Saya akan merasa tersinggung. Tempat di Piala Dunia harus diraih, bukan diberikan,” ujarnya.

Respons Iran dan Posisi FIFA

Kedutaan besar Iran di Roma turut bereaksi keras, menyebut wacana tersebut sebagai bentuk “kebangkrutan moral” Amerika Serikat, serta menegaskan bahwa Italia tidak membutuhkan “privilege politik” untuk membuktikan kualitas sepak bolanya.

Italia sendiri merupakan juara dunia empat kali, namun gagal lolos ke putaran final untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina di babak playoff kualifikasi.

Di sisi lain, partisipasi Iran sempat diragukan akibat konflik dengan AS dan Israel yang pecah pada 28 Februari lalu. Federasi Sepak Bola Iran sebelumnya mengaku tengah bernegosiasi dengan FIFA untuk memindahkan laga mereka dari AS ke Meksiko.

Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan Iran tetap akan tampil sesuai hasil undian. Pernyataan itu kembali ditegaskannya dalam kunjungan ke Washington pekan lalu.

FIFA pun merujuk pada sikap tersebut saat dimintai komentar terkait usulan Zampolli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.