Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musim Kemarau, Panen Padi Petani Sleman Tetap Memuaskan

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 14:48 WIB | Oleh:
Musim Kemarau, Panen Padi Petani Sleman Tetap Memuaskan Doc: antara foto
Ket. Kelompok Tani Tani Rukun, Dusun Karang Kalasan, Kalurahan Tirtomartani, Kabupaten Sleman, DIY, menggelar tradisi wiwitan panen padi varietas Inpari 16.

SLEMAN - Kelompok Tani Tani Rukun, Dusun Karang Kalasan, Kalurahan Tirtomartani, Kabupaten Sleman, DIY, menggelar tradisi wiwitan panen padi varietas Inpari 16 dengan produktivitas 7,4 ton gabah kering giling (GKG) per hektare di tengah musim kemarau. Produktivitas ini cukup memuaskan karena melampaui rata-rata.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Liem Astuti di Sleman, Kamis (3/9), mengatakan berdasarkan hasil ubinan, produktivitas panen padi di lokasi tersebut mencapai 7,4 ton per hektar gabah kering giling (GKG).

"Capaian ini melampaui rata-rata produktivitas padi tingkat Kabupaten Sleman sebesar 6,066 ton per hektare GKG," kata Liem.

Ia mengatakan keberhasilan panen di tengah musim kemarau menjadi angin segar sekaligus buah dari kerja keras para petani.

"Keberhasilan panen padi di saat musim kemarau ini sangat membahagiakan petani. Kerja keras yang dilakukan membuahkan hasil seperti yang diharapkan," katanya.

Ia mengimbau petani untuk segera mempersiapkan pola tanam berikutnya dengan memperhatikan daya dukung lahan dan ketersediaan air guna menjaga produktivitas secara berkelanjutan.

"Setelah panen ini, petani diharapkan mampu melakukan penanaman komoditas tanaman yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan ketersediaan air. Petani juga diharapkan mampu melaksanakan perencanaan yang baik terhadap usaha tani yang dilakukan dalam rangka mendapatkan hasil produksi yang maksimal," harapnya.

Berdasarkan data DP3 Kabupaten Sleman periode Januari hingga Agustus 2026, kata Liem, total luas panen padi di Kabupaten Sleman mencapai 24.062,10 hektare dengan rata-rata produktivitas sebesar 60,66 kuintal per hektare atau 6,066 ton per hektare GKG.

Total produksi tercatat sebesar 146.462,59 ton GKG atau setara dengan 92.359,31 ton beras.

Sementara itu, untuk wilayah Kapanewon Kalasan pada periode yang sama, luas panen tercatat sebesar 2.182,15 hektare dengan tingkat produktivitas mencapai 61,10 kuintal per hektare.

Total produksi padi di Kalasan menembus 13.457,22 ton GKG atau setara 8.486,12 ton beras.

"Produksi padi ini dapat menjaga ketahanan pangan di masyarakat, khusus petani," katanya.

​Acara wiwitan panen padi tersebut turut dihadiri oleh Direktur Polbangtan YOMA, perwakilan Universitas Gadjah Mada (UGM), Balai Karantina Pertanian Yogyakarta, Panewu Kalasan, lurah setempat, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta jajaran anggota kelompok tani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Rencana pembongkaran teras cihampelas

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Rencana pembongkaran teras ...
Ekonomi
Penyesuaian harga bbm nonsu...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.