Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingginya Populasi Ikan Sapu-sapu Menjadi Tanda Sungai yang Tercemar

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 23:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingginya Populasi Ikan Sapu-sapu Menjadi Tanda Sungai yang Tercemar Doc: Antara
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung. Kamis (23/4/2026).

Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menilai tingginya populasi ikan sapu-sapu di berbagai wilayah bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan indikator biologis yang menjadi tanda bahwa kualitas air sungai telah tercemar.

Menurutnya, dominasi spesies ini menjadi sinyal mengerikan atas ketidakseimbangan alam sungai. Hal itu karena ikan pemakan alga tersebut hanya akan merajai ekosistem perairan yang telah mengalami pencemaran berat dan ikan endemik lainnya menjadi tidak mampu bertahan hidup.

"Jadi kalau sungai mengalami penurunan kualitas, maka sungai yang hidup hanya sapu-sapu. Di mana pun ada air yang tercemar, di situ pasti ikan sapu-sapu akan merajai," kata Dedi di Bandung, Jawa Barat, Kamis

Dedi menegaskan kemampuan adaptasi ikan sapu-sapu di air kotor telah menciptakan monopoli habitat yang mematikan bagi ikan lokal.

Kondisi sungai yang buruk, kata dia, justru menjadi ruang bagi spesies ini untuk berkembang biak secara masif tanpa kompetisi.

"Ikan sapu-sapu untuk seluruh daerah ya ambil saja, tangkap saja. Sapu-sapu itu kan tumbuh manakala sungainya sudah mengalami penurunan kualitas," ujar Dedi di Bandung, Kamis.

Dedi menegaskan bahwa pembersihan fisik ikan sapu-sapu tidak akan menyelesaikan masalah secara permanen tanpa adanya perbaikan fundamental pada kualitas air.

Ia membeberkan dua langkah taktis yang harus berjalan secara beriringan untuk mengembalikan habitat ikan endemik.

"Jadi kalau ingin menghilangkan sapu-sapu ada dua hal. Pertama, sapu-sapunya harus diangkat. Kedua, kualitas airnya harus diperbaiki agar ikan endemiknya hidup lagi," ujar Dedi.

Meski menghadapi tantangan degradasi lingkungan yang serius, Dedi mengapresiasi langkah proaktif masyarakat Jawa Barat yang mulai bergerak melakukan normalisasi ekosistem secara swadaya.

Di berbagai titik, warga secara mandiri telah melakukan penangkapan ikan sapu-sapu guna menekan dominasi spesies tersebut.

"Kalau selama ini ikan sapu-sapu sudah diambil sama warga Jabar," tuturnya.

Dia menambahkan langkah sinkronisasi antara pembersihan spesies dan pemulihan kualitas baku mutu air diharapkan menjadi kunci dalam menyelamatkan sungai-sungai di Jawa Barat dari ancaman kepunahan keanekaragaman hayati lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Tarian tradisional di Jakar...

Tari Iyo Iyo Kerinci

1 jam lalu | Wahyu AP

Daerah
Tari Iyo Iyo Kerinci

Percepatan tanam padi di Sumut

1 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Percepatan tanam padi di Sumut
Ekonomi
PBM Sarana Bandar Nasional ...
Daftar Lengkap Pemenang Miss Jakarta Fair 2026 di Panggung Utama JIEXPO

Daftar Lengkap Pemenang Miss Jakarta Fair 2026 di Panggung Utama JIEXPO

06 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.