Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Formula 1 2026: Revolusi Besar Regulasi yang Mengubah Wajah Balap Modern

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 08:00 WIB | Oleh:
Formula 1 2026: Revolusi Besar Regulasi yang Mengubah Wajah Balap Modern Doc: AFP
Ket. Ilustrasi mobil balap Formula 1.

PARIS, PRANCIS – Musim 2026 akan menjadi salah satu bab paling revolusioner dalam sejarah Formula 1. Regulasi baru yang menyentuh sasis hingga unit daya dirancang untuk menghadirkan lebih banyak aksi salip-menyalip sekaligus mendorong keberlanjutan lingkungan.

Namun, perubahan besar selalu mengundang perdebatan. Juara dunia empat kali, Max Verstappen, sudah melontarkan kritik dengan menyebut mobil generasi baru “tidak menyenangkan untuk dikendarai”. Sementara itu, Lando Norris, yang merebut mahkota Verstappen musim lalu, sempat menyebut mobil 2026 menyenangkan sebelum meralatnya dengan mengatakan bahwa itu “jelas bukan bentuk balap paling murni”.

Lantas, seberapa drastis perubahan 2026 dibanding 2025, musim ketika McLaren melesat meraih gelar konstruktor, meninggalkan Red Bull Racing, Mercedes, dan Ferrari dalam bayang-bayang?

Mobil: Lebih Ringan dan Lincah

Secara visual, mobil 2026 akan tampak berbeda signifikan dari model 2025—termasuk desain “pelican-nose” karya Adrian Newey untuk Aston Martin.

Bobot mobil dipangkas sekitar 30 kilogram. Dimensinya juga diperkecil: 20 cm lebih pendek dan 10 cm lebih sempit. Wheelbase yang lebih ringkas diharapkan membuat mobil lebih gesit saat melibas tikungan, meningkatkan kelincahan dan respons kemudi.

Ban: Tetap 18 Inci, Lebih Ramping

Ukuran velg 18 inci dari Pirelli, yang diperkenalkan pada tahun 2022, tetap dipertahankan. Namun, lebar ban depan dikurangi 25 mm dan ban belakang 30 mm. Pengurangan ini bertujuan menekan hambatan udara (drag), yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kecepatan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sayap dan Era Aero Aktif

Perubahan terbesar ada pada sektor aerodinamika. Sistem aero aktif diperkenalkan, memungkinkan sudut sayap depan dan belakang menyesuaikan secara dinamis sesuai posisi mobil di lintasan.

Tujuannya jelas: mengurangi drag di lintasan lurus dan meningkatkan kecepatan puncak, sekaligus tetap menjaga downforce saat dibutuhkan di tikungan.

Sistem Baru Pengganti

Sistem Drag Reduction System (DRS) resmi dihapus. Sebagai gantinya, hadir dua mode aero baru:

Z-Mode: Membuka elemen sayap untuk meningkatkan downforce dan kecepatan saat menikung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

UB Kembangkan Bilik Toilet Modular Berbahan Sampah Plastik

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
UB Kembangkan Bilik Toilet ...
Megapolitan
Jakarta Sukses Besar Berhas...

Inovasi dan Terobosan untuk Komoditas Cabai

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Inovasi dan Terobosan untuk...

Laskar Mataram Pastikan Tetap Bermarkas di Bantul

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Laskar Mataram Pastikan Tet...
Olahraga
Skuad PSS Sleman Belum Leng...
Event Jakarta Akhir Pekan 18-19 Juli 2026: Ada Flying Trapeze hingga Diskon FJGS

Event Jakarta Akhir Pekan 18-19 Juli 2026: Ada Flying Trapeze hingga Diskon FJGS

17 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.