Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti UB Ungkap Kandungan Mikroplastik di DAS Brantas

📅 Senin, 02 Feb 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Peneliti UB Ungkap Kandungan Mikroplastik di DAS Brantas  Doc: Istimewa
Ket. Rata-rata mikroplastik di layaran sungai itu 2 sampai 8 partikel per liter. Dan semakin ke arah pantai, kandungan mikroplastiknya semakin tinggi.

MALANG - Ketua tim riset penelitian mikroplastik Pusat Studi Pesisir dan Kelautan (PSPK) Universitas Brawijaya, Andi Kurniawan mendesak pemerintah agar meningkatkan pola mitigasi untuk meminimalkan keberadaan mikroplastik.

“Pemerintah perlu meningkatkan mitigasi mikroplastik, karena partikel ini sudah masuk ke rantai makanan dan berpotensi mengganggu kesehatan Masyarakat,” kata Andi Kurniawan. 

Dari penelitian-penelitian di Sungai Metro dan DAS Brantas, menunjukkan pencemaran plastik telah menjadi masalah serius yang merambah ekosistem air tawar.

“Tidak hanya penelitian hari ini, kami juga telah mengidentifikasi keberadaan mikroplastik hampir di semua ekosistem perairan yang menjadi objek utama penelitian yang mengindikasikan mikroplastik menjadi emerging pollutant,” kata Andi.

Riset ini kemudian diperluas ke berbagai lokasi strategis yang merepresentasikan aliran sungai dari hulu hingga pesisir. Kajian dilakukan di mata air Brantas sebagai bagian hulu, berlanjut ke sejumlah titik di bagian tengah hingga mencapai muara Brantas, serta mencakup kawasan perairan pesisir seperti Pulau Lusi dan Sendang Biru.

Dikatakannya, besaran mikroplastik yang ditemukan bervariasi diberapa titik tergantung lokasi dan juga tergantung dari waktu.

Rata-rata mikroplastik di layaran sungai itu 2 sampai 8 partikel per liter. Dan semakin ke arah pantai, kandungan mikroplastiknya semakin tinggi.

“Jumlah tertinggi yang kami temukan dalam studi kami, itu sampai 40 partikel per liter di daerah pesisir, di daerah pantai. Lokasi-lokasi tersebut hanyalah contoh dari banyak titik penelitian yang telah dilakukan, namun cukup untuk menunjukkan fakta penting: mikroplastik telah tersebar di seluruh rantai ekosistem perairan, dari sumber mata air hingga laut, sehingga urgensi mitigasi dari pemerintah menjadi semakin mendesak,” kata Prof. Andi.

Dalam paparannya ia menambahkan bahwa tanpa standar baku mutu, pencemaran mikroplastik akan sulit dikendalikan.

Sehingga upaya pertama yang perlu dilakukan adalah menguatkan langkah perlindungan terhadap konsumen.

“Yang pasti melakukan perlindungan konsumen, misalnya mengecek standar botol air kemasan atau air yang dikonsumsi masyarakat. Itu perlu recheck, sehingga meminimalkan keberadaan mikroplastik,” kata Prof Andi.

Kemudian, upaya lainnya adalah mengawasi dan memastikan berjalannya pengawasan kelestarian lingkungan dari potensi masuknya bahan tercemar, seperti pada aliran sungai.

“Oleh karena itu, regulasi yang harus diusung,  melengkapi regulasi perlindungan air dan lingkungan yang sudah ada,  termasuk menata regulasi untuk melindungi hewan ataupun manusia,” katanya.

Dia menambahkan, pemerintah, termasuk Kementerian Kesehatan diminta untuk menstimulus pendekatan penelitian yang lebih mengarah ke mikroplastik dan kesehatan, sekalipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum memutuskan baku mutu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.