Capaian Ekspor Kosmetik Indonesia di Ajang Cosmoprof Worldwide Bologna 2026
📅 Rabu, 22 Apr 2026, 19:30 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Produk kosmetik Indonesia berhasil menarik perhatian pasar global dalam ajang Cosmoprof Worldwide Bologna 2026 yang digelar di Italia. Partisipasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kosmetik yang kompetitif di tingkat internasional.
Pameran yang berlangsung pada 26 hingga 29 Maret 2026 tersebut mencatatkan potensi transaksi mencapai USD 2,02 juta atau sekitar Rp34,58 miliar. Produk perawatan rambut dan bulu mata menjadi komoditas yang paling banyak diminati oleh buyer internasional.
Minat pasar global terhadap produk Indonesia datang dari berbagai negara di Eropa. Di antaranya Hungaria, Polandia, Turki, Spanyol, hingga Swedia yang menunjukkan ketertarikan terhadap kualitas produk nasional.
Keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI di Roma bersama Kedutaan Besar RI. Sinergi ini menjadi bagian dari strategi diplomasi ekonomi untuk memperluas pasar ekspor.
Wakil Kepala Perwakilan KBRI Roma, Tika Wihanasari, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam mendorong ekspor. Ia menyebut pameran internasional menjadi sarana efektif untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"KBRI Roma terus mendorong kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan mitra internasional melalui berbagai platform strategis," ujar Tika Wihanasari.
Atase Perdagangan RI Roma, Hesty Syntia, menyebut capaian transaksi tersebut menjadi bukti kepercayaan global terhadap produk Indonesia. Ia menilai industri kecantikan nasional mampu memenuhi standar internasional yang ketat.
"Capaian ini adalah bukti nyata kepercayaan dunia terhadap inovasi dan kesiapan produk kosmetik Indonesia," ujar Hesty Syntia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, respons positif dari pasar Eropa tidak lepas dari penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan. Strategi ini dinilai menjadi keunggulan utama dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
"Pemanfaatan kekayaan alam menjadi strategi utama dalam memperkuat posisi Indonesia di industri kosmetik internasional," ujar Hesty Syntia.
Hesty juga menilai ajang ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar Eropa. Ia berharap semakin banyak perusahaan, termasuk UMKM, dapat ikut berpartisipasi di masa mendatang.
"Kami harap pelaku usaha dalam negeri semakin percaya diri untuk bersaing di pasar Eropa," ujar Hesty Syntia.
Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menampilkan empat perusahaan unggulan yang telah melalui proses kurasi. Perusahaan tersebut meliputi PT Kino Indonesia Tbk, PT Priskilla Prima Makmur, PT Bio Takara, dan PT Interhutani.
Perwakilan PT Bio Takara, Andi, mengungkapkan keikutsertaan dalam pameran ini memberikan dampak positif bagi perusahaan. Ia menilai ajang ini membuka peluang besar untuk memperluas jaringan bisnis internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!