Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OTT Bupati Nonaktif Gatut Sunu Jadi Momentum Pembenahan Tata Kelola di Tulungagung

8 Selasa, 21 Apr 2026, 12:15 WIB | Oleh:
OTT Bupati Nonaktif Gatut Sunu Jadi Momentum Pembenahan Tata Kelola di Tulungagung OTT Bupati Nonaktif Gatut Sunu Jadi Momentum Pembenahan Tata Kelola di Tulungagung Doc: Antara Foto
Ket. Bupati nonaktif Gatut Sunu Wibowo.

Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati nonaktif Gatut Sunu Wibowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi momentum pembenahan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Tulungagung, meskipun pada sisi lain memberikan efek trauma bagi aparatur sipil negara (ASN) di daerah itu.

"Sejak era reformasi, Kabupaten Tulungagung sudah beberapa kali mendapatkan cambukan dari KPK. Ini harus menjadi pembelajaran bagi kami," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin di Tulungagung, Jawa Timur, Senin.

Ia mengatakan, peristiwa yang terjadi pada 2026 tersebut bukan kali pertama dialami Tulungagung, sehingga harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.

Menurut dia, dampak psikologis pasca-OTT membuat pejabat dan ASN cenderung lebih berhati-hati dalam menjalankan program.

Di satu sisi, katanya, hal itu positif untuk mencegah praktik korupsi, namun di sisi lain dikhawatirkan dapat menghambat inovasi pembangunan.

“Kehati-hatian itu baik, tetapi jangan sampai membuat program tidak berjalan optimal,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas pemerintahan, Pemkab Tulungagung berencana mengumpulkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk yang telah dimintai keterangan oleh KPK.

Langkah tersebut dilakukan guna menyatukan persepsi dan memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai rencana tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan klarifikasi internal terhadap sejumlah kepala OPD yang pernah dipanggil penyidik KPK sebagai bagian dari upaya penataan birokrasi.

Baharudin menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki sistem agar praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme tidak kembali terulang.

“Kami ingin memastikan pemerintahan berjalan normal, bersih, dan kejadian seperti ini menjadi yang terakhir,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.