Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tok! Pembangunan 8 Jembatan Permanen Pascabencana Sumatra Dimulai

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 22:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 Tok! Pembangunan 8 Jembatan Permanen Pascabencana Sumatra Dimulai Doc: istimewa
Ket. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo didampingi Anggota Komisi V DPR RI Ruslan M Daud meninjau Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Rabu (21/1)

BIREUEN – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo didampingi Anggota Komisi V DPR RI Ruslan M Daud meninjau Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Rabu (21/1). Peninjauan ini sekaligus menandai dimulainya pembangunan permanen 8 jembatan dan 30 titik longsor pada ruas jalan di kawasan terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sebagai bagian dari percepatan pemulihan konektivitas antarwilayah.

Menteri Dody mengatakan, percepatan pembangunan jembatan permanen dilakukan meskipun sebagian wilayah masih dalam tahap tanggap darurat. “Kita mulai pembangunan permanen beberapa jembatan dan penanganan longsoran di beberapa titik di Aceh. Kita percepat walaupun masih tahap tanggap darurat karena sebagian yang lewat sudah macet, kita tidak bisa mengontrol 100% tonase kendaraan. Kalau tidak dipercepat, pembatasan kendaraan berat akan terus menimbulkan persoalan di lapangan, karena masyarakat juga butuh logistik,” ujar Menteri Dody.

Di Aceh, pada Januari 2026 ini terdapat 8 jembatan yang mulai ditangani secara permanen, yaitu Jembatan Krueng Meureudu, Jembatan Krueng Tingkeum, Jembatan Teupin Mane, Jembatan Ulee Langa, Jembatan Krueng Beutong, Jembatan Pelang, Jembatan Mengkudu I, dan Jembatan Pante Dona. Selain itu Kementerian PU juga akan menangani 30 titik longsoran yang tersebar di ruas jalan Bireuen- Bts kota Bireuen/ Bener Meriah, Bts. Bener Meriah/Aceh Tengah - Kota Takengon, Sp. Uning (Bts kota Takengon)- Uwaq (Km 370), Bts Aceh Tengah/ Gayo Lues- Blangkejereng- Bts Gayo Lues/ Aceh Tenggara, Bts Gayo Lues/ Aceh Tenggara- Kutacane, Genting Gerbang- Nagan Raya dan Pameu- Genting Gerbang.

Pembangunan jembatan permanen ini dirancang untuk menggantikan struktur sementara serta meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana.

“Untuk pembangunan satu jembatan permanen diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 8–9 bulan. Karena ini jembatan permanen untuk masyarakat, sehingga kita bangun dengan perhitungan teknis yang matang agar aman, andal, dan berkelanjutan,” tambah Menteri Dody.

Untuk Jembatan Krueng Tingkeum, Kementerian PU menyiapkan skema bertahap dengan tetap memfungsikan jembatan sementara selama proses konstruksi berlangsung. “Di lokasi ini akan ada jembatan permanen dan jembatan sementara. Ke depan, setelah seluruh penanganan selesai, masyarakat akan memiliki beberapa alternatif jalur sehingga kemacetan dapat terurai secara bertahap,” jelas Menteri Dody.

Total jembatan yang akan ditangani permanen oleh Kementerian PU di Aceh sebanyak *20 unit jembatan dan 68 titik longsoran. Seluruhnya ditangani secara bertahap hingga Juni 2026.

Menteri Dody juga menegaskan bahwa penanganan jembatan menjadi prioritas utama dalam tahap awal pascabencana guna memastikan tidak ada wilayah yang terisolasi. “Arahan Bapak Presiden Prabowo jelas, tidak boleh ada satu pun kabupaten dan kota yang terputus konektivitasnya. Karena itu seluruh jembatan nasional kita percepat penanganannya agar logistik dan mobilitas masyarakat tetap berjalan,” tandas Menteri Dody.

Kementerian PU akan terus mempercepat penanganan pascabencana Sumatera dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Setelah masa tanggap darurat usai, Kementerian PU akan terus melanjutkan tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada berbagai infrastruktur dasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.