Wamen Veronica Tan Ajak Kolaborasi Kembangkan Kebun Pangan Perempuan
📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 12:47 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan Kebun Pangan Perempuan (KPP) untuk memastikan perempuan di tingkat akar rumput menjadi bagian penting dalam pembangunan yang inklusif.
"Program pemerintah harus dijahit dengan kebutuhan nyata di lapangan. Karena itu, kita ingin membangun program dari bawah dengan melibatkan komunitas perempuan dan memperkuat kolaborasi lintas pihak. Dengan dukungan seluruh pihak, KPP dapat diimplementasikan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi perempuan," kata Wamen PPPA Veronica Tan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Hal itu dikatakannya dalam diskusi publik dan pameran 40 tahun Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW).
Veronica Tan mengapresiasi komitmen PPSW dalam memperkuat peran dan posisi perempuan dalam kehidupan ekonomi, sosial, dan pembangunan.
"Empat dekade merupakan perjalanan yang mencerminkan konsistensi dan komitmen PPSW dalam mendampingi perempuan akar rumput. Sejak 1986, PPSW telah berkontribusi memperkuat kapasitas ekonomi, kepemimpinan, solidaritas, serta kemampuan perempuan dalam mengambil keputusan. Komitmen ini pun telah diwujudkan melalui kolaborasi KemenPPPA dan PPSW dalam Bimbingan Teknis Kepemimpinan Perempuan Perdesaan dan Kewirausahaan Perempuan pada periode 2021-2025," kata Veronica Tan.
Menurut dia, pemberdayaan perempuan perlu diarahkan secara menyeluruh dengan memastikan perempuan memiliki akses, kesempatan, dan dukungan untuk berkembang.
Hal ini sejalan dengan upaya KemenPPPA melalui Kebun Pangan Perempuan (KPP) sebagai program afirmasi perempuan yang mengintegrasikan penguatan ekonomi, pangan lokal, ketahanan pangan dan gizi keluarga, serta penguatan komunitas.
"KPP bukan sekadar kebun, tetapi upaya memberdayakan perempuan di tingkat akar rumput melalui akses lahan, pengembangan pangan lokal, mendorong kemandirian ekonomi, dan pengetahuan tentang gizi keluarga," kata Veronica Tan.
Kebun Pangan Perempuan telah dimulai melalui percontohan di Nusa Tenggara Timur dengan pemanfaatan lahan perhutanan sosial seluas 650 hektare yang dikelola oleh sekitar 600 perempuan secara berkelompok, dan terus dikembangkan di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.
Veronica Tan meyakini bahwa ketika perempuan memiliki kekuatan ekonomi dan bergerak bersama dalam komunitas, ruang untuk bersuara, dan mengambil keputusan juga semakin terbuka.
Oleh karena itu, ia menekankan pengembangan KPP perlu dilakukan secara kolaboratif dan berbasis komunitas dengan melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta kelompok perempuan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!