Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kuasa Hukum Keluarga Dokter Icha Tanggapi Keterangan Ahli Reza Indragiri.

📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 12:17 WIB | Oleh:
Kuasa Hukum Keluarga Dokter Icha Tanggapi Keterangan Ahli Reza Indragiri. Doc: Antara Foto
Ket. Proses sidang Praperadilan kasus dr. Icha di Pengadilan Negeri Kupang.

Kuasa hukum keluarga mendiang dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha, Fransico Bernando Bessi menanggapi keterangan ahli Reza Indragiri dalam sidang praperadilan.

"Kami tidak mengomentari keterangan Pak Reza Indragiri karena itu bukan keahlian saya untuk menilai hal-hal teknis kedokteran dan sebagainya. Menurut saya, keterangannya sudah masuk ke pokok perkara, sedangkan praperadilan belum memasuki pokok perkara," katanya usai persidangan di PN Kupang, Jumat.

Fransico mengatakan pihaknya tidak dalam posisi menilai substansi keilmuan yang disampaikan Reza, khususnya terkait aspek kedokteran. Namun, ia menilai ada bagian keterangan ahli yang berkaitan dengan materi pokok perkara.

Dia meyakini hakim akan menolak praperadilan tiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi terhadap mendiang dr. Icha.

Ia menjelaskan praperadilan memiliki ruang lingkup pemeriksaan tersendiri dan berbeda dengan persidangan perkara pidana yang memeriksa pokok perkara.

Menurut Fransico, seluruh rangkaian persidangan yang berlangsung hampir sepekan telah memberikan kesempatan kepada para pihak untuk menyampaikan permohonan, jawaban, replik, duplik, bukti surat, saksi, ahli, hingga kesimpulan.

Ia menyerahkan penilaian terhadap seluruh argumentasi, alat bukti, keterangan saksi, dan ahli kepada hakim tunggal yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut.

Fransico juga menanggapi perdebatan mengenai Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), khususnya terkait ketentuan izin gubernur maupun presiden dalam proses hukum terhadap anggota legislatif.

Ia mengatakan ketentuan dalam UU MD3 harus dibaca secara utuh dengan memperhatikan perubahan undang-undang serta putusan Mahkamah Konstitusi yang berkaitan dengan ketentuan tersebut.

Menurut dia, putusan Mahkamah Konstitusi tidak serta-merta berarti seluruh substansinya telah diadopsi ke dalam UU MD3 yang berlaku saat ini. 

Karena itu, ketentuan hukum yang menjadi dasar perkara perlu dilihat berdasarkan hubungan antara aturan yang berlaku, perubahan undang-undang, dan putusan MK yang relevan.

Sementara itu, perwakilan keluarga dokter Icha, Fabianus Banase, mengatakan keluarga tetap menempuh proses hukum untuk mendapatkan kepastian dalam perkara tersebut.

"Kita akan berjuang kembali di pengadilan. Tidak perlu banyak bicara, yang terpenting adalah membuktikannya melalui proses hukum," tegas Fabianus.

Ia mengatakan keluarga menyerahkan pembuktian kepada mekanisme hukum yang sedang berlangsung dan menunggu putusan hakim setelah seluruh tahapan persidangan praperadilan selesai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.