Efek MSCI Bekukan 'Rebalancing', IHSG Terkapar dan Saham BREN Anjlok 7 Persen
📅 Selasa, 21 Apr 2026, 18:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - IHSG melemah 0,59 persen atau 44,7 poin ke level 7.549,41 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (21/4). Pelemahan ini terjadi setelah pengumuman terbaru dari MSCI terkait indeks global.
Total transaksi di pasar saham mencapai Rp9,81 triliun dengan volume perdagangan 24,2 miliar lembar saham. Dari keseluruhan transaksi tersebut, sebanyak 256 saham menguat, 298 saham melemah, dan 160 saham lainnya bergerak stagnan.
Tekanan terhadap pasar dipicu keputusan MSCI yang tetap membekukan rebalancing saham-saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Kebijakan ini membuat tidak adanya perubahan dalam komposisi indeks MSCI untuk sementara waktu.
Dalam keputusan tersebut, MSCI memastikan tidak akan ada kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) maupun Number of Shares (NOS). Selain itu, tidak ada penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI) maupun perubahan klasifikasi ukuran saham.
Namun demikian, MSCI tetap melakukan penyesuaian dengan menghapus sejumlah saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Dua saham yang terdampak adalah PT Barito Renewables Energy Tbk dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.
Sebaiknya Anda baca juga:
"MSCI tidak akan memasukkan data dari sumber dan keterbukaan baru tersebut dalam penilaian free float maupun perhitungan indeks hingga proses evaluasi selesai serta masukan dari pelaku pasar diterima dan dianalisis," ungkap MSCI dalam keterangannya.
Sebelumnya, otoritas pasar modal Indonesia telah melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan transparansi pasar. Di antaranya melalui pengungkapan data kepemilikan saham di atas 1 persen, data HSC, serta peningkatan batas minimal free float emiten menjadi 15 persen.
Meski demikian, MSCI masih menunggu respons pasar terhadap kebijakan tersebut sebelum melakukan penyesuaian lebih lanjut. Langkah ini disebut bertujuan untuk membatasi volatilitas indeks serta menjaga tingkat investabilitas saham.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada perdagangan sesi pertama, saham BREN mengalami tekanan signifikan dengan penurunan 7,20 persen ke level Rp6.125 per lembar. Sementara itu, saham DSSA terkoreksi lebih dalam hingga 13,15 persen ke posisi Rp2.840 per lembar.
Secara year-to-date, kinerja kedua saham tersebut juga masih berada di zona negatif. BREN tercatat turun 31,96 persen sejak awal tahun, sedangkan DSSA melemah 19,06 persen.
Kedua saham tersebut menjadi kontributor utama pelemahan IHSG sepanjang tahun berjalan. BREN tercatat menyumbang penurunan indeks sebesar 114,91 poin, sementara DSSA sebesar 68,31 poin.
Dengan kondisi ini, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati menunggu kejelasan arah kebijakan MSCI ke depan. Stabilitas pasar domestik pun akan sangat dipengaruhi oleh respons investor terhadap dinamika global dan kebijakan indeks tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!