Ujian Perdana Mobil F1 2026: Pembalap Waspadai Ancaman Aquaplaning di GP Miami
📅 Jumat, 01 Mei 2026, 19:47 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Ancaman hujan dalam ajang Grand Prix Miami 2026 menjadi perhatian serius para pembalap Formula 1. Kondisi lintasan basah berpotensi menghadirkan tantangan besar, terutama karena mobil generasi 2026 belum pernah diuji secara kompetitif dalam situasi tersebut.
Hujan tidak hanya berdampak pada visibilitas dan keselamatan, tetapi juga memaksa pembalap beradaptasi dengan karakter mobil baru. Regulasi terbaru membuat pengendalian mobil menjadi lebih kompleks, terutama saat traksi berkurang.
Pembalap Pierre Gasly mengungkapkan pengalaman ekstrem saat uji coba basah di Silverstone. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu yang paling sulit dalam kariernya.
"Suhu ban mencapai 30 derajat, roda berputar di gigi enam. Itu pengalaman paling ekstrem yang pernah saya alami," ujarnya.
Gasly menilai kondisi basah akan menjadi ujian sesungguhnya bagi para pembalap. Menurutnya, risiko seperti aquaplaning dan rendahnya daya cengkeram akan menjadi tantangan utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pemimpin klasemen sementara Kimi Antonelli mengaku belum memiliki gambaran pasti. Ia menyebut banyak aspek yang masih belum diketahui terkait performa mobil di kondisi hujan.
"Tidak ada yang benar-benar menggunakan ban intermediate secara maksimal, jadi kita belum tahu bagaimana rasanya di kondisi balapan," katanya.
Antonelli juga menyoroti kesulitan dalam menjaga suhu ban. Hal ini dinilai dapat memperburuk pengendalian mobil di lintasan basah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengantisipasi risiko, regulator telah menyiapkan sejumlah penyesuaian teknis. Salah satunya adalah pengurangan daya maksimum MGU-K menjadi 250 kW saat kondisi hujan.
Selain itu, penggunaan mode boost juga dilarang. Sistem lampu belakang diperjelas untuk meningkatkan visibilitas, serta mode aerodinamis parsial diwajibkan.
Pengaturan tambahan juga dilakukan pada ban intermediate. Suhu pemanasan ban dinaikkan menjadi 70 derajat Celsius untuk meningkatkan performa awal di lintasan basah.
Meski demikian, sejumlah pembalap tetap menyuarakan kekhawatiran. Carlos Sainz menilai kondisi lintasan Miami berpotensi berbahaya saat hujan.
"Lintasan ini sangat datar dan air mudah menggenang. Dengan jarak pandang terbatas dan dinding yang dekat, itu bisa menjadi masalah besar," ujarnya.
Sainz juga mengkritisi beberapa elemen regulasi baru. Ia menilai masih ada aspek teknis yang perlu dikaji ulang sebelum balapan berlangsung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!