Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Robot Pecahkan Rekor, Manusia Tertinggal di Half Marathon Beijing

📅 Senin, 20 Apr 2026, 00:15 WIB | Oleh:
Robot Pecahkan Rekor, Manusia Tertinggal di Half Marathon Beijing Doc: AFP
Ket. Ilustrasi lomba lari half marathon robot humanoid melawan manusia di Beijing, Minggu (19/4).

BEIJING, TIONGKOK — Sebuah robot humanoid mencuri perhatian dunia setelah memecahkan rekor dalam ajang half marathon di Beijing, Minggu (19/4), menandai lompatan besar teknologi yang dikembangkan produsen Tiongkok.

Berlokasi di kawasan Yizhuang, ibu kota bagian selatan, ribuan penonton memadati sisi lintasan untuk menyaksikan duel unik antara manusia dan mesin. Demi keamanan, kedua peserta berlomba di jalur terpisah guna menghindari benturan.

Sejumlah robot tampil mengesankan dengan gerakan lincah, bahkan menyerupai gaya lari sprinter legendaris Usain Bolt. Namun, tidak semua peserta memiliki kemampuan serupa, beberapa masih menunjukkan gerakan yang kaku dan terbatas.

Robot humanoid tercepat, yang dilengkapi sistem navigasi otonom dan dikembangkan untuk Honor, berhasil menyelesaikan lintasan sepanjang 21 kilometer hanya dalam waktu 50 menit 26 detik. Kecepatan rata-ratanya mencapai sekitar 25 km/jam.

Catatan tersebut bukan hanya melampaui pelari manusia tercepat dalam lomba hari itu, tetapi juga memecahkan rekor dunia half marathon putra milik pelari Uganda, Jacob Kiplimo, yang sebelumnya mencatatkan waktu 57 menit 20 detik.

Pencapaian ini menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan tahun lalu, ketika robot-robot peserta masih sering terjatuh dan membutuhkan waktu lebih dari dua jam 40 menit untuk menyelesaikan lomba.

Jumlah robot yang berpartisipasi pun melonjak drastis, dari sekitar 20 unit tahun lalu menjadi lebih dari 100 tahun ini, indikasi kuat meningkatnya minat dan perkembangan sektor robotika di Tiongkok.

Di balik kekaguman, muncul pula kecemasan. Han Chenyu, mahasiswa 25 tahun yang menyaksikan lomba dari balik pagar pembatas, mengaku terkesan dengan perkembangan teknologi tersebut.

“Ini sangat keren,” ujarnya. Namun ia juga mengungkapkan kekhawatiran. “Sebagai orang yang bekerja, saya sedikit cemas. Perkembangan teknologi begitu cepat dan bisa mulai memengaruhi pekerjaan manusia, apalagi dengan kecerdasan buatan yang semakin canggih.”

Robot humanoid kini semakin sering terlihat di Tiongkok, baik di media maupun ruang publik. Xie Lei, 41 tahun, yang datang bersama keluarganya, menilai robot akan segera menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Dalam beberapa tahun ke depan, robot bisa digunakan untuk pekerjaan rumah, menemani lansia, perawatan dasar, bahkan pekerjaan berbahaya seperti pemadam kebakaran,” katanya.

Ajang half marathon humanoid ini memang dirancang untuk mendorong inovasi sekaligus mempopulerkan teknologi robotika dan kecerdasan buatan terapan. Data pemerintah menunjukkan investasi di sektor robotika dan embodied AI di Tiongkok mencapai 73,5 miliar yuan (sekitar 10,8 miliar dolar AS) pada 2025.

“Selama ribuan tahun, manusia berada di puncak kehidupan di Bumi. Tapi sekarang lihat robot,” ujar Xie. “Dalam hal navigasi otonom, setidaknya di ajang ini, mereka mulai melampaui kita.”

Ia menutup dengan refleksi yang mencampur kagum dan kegelisahan: “Di satu sisi, ini sedikit menyedihkan bagi umat manusia. Tapi di sisi lain, teknologi memberi kita imajinasi yang luar biasa.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.