Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur NTB Hubungi Dubes RI untuk Pastikan Warganya Aman di Timur Tengah

📅 Senin, 02 Mar 2026, 07:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur NTB Hubungi Dubes RI untuk Pastikan Warganya Aman di Timur Tengah Doc: ANTARA
Ket. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan pidato saat mengggelar kegiatan safari Ramadan di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (28/2/2026).

MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menghubungi sejumlah Duta Besar Republik Indonesia di negara-negara Teluk dan Iran untuk memastikan warganya aman di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah tersebut.

"Sebagai kepala daerah, saya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan warga NTB yang berada di luar negeri tetap dalam perlindungan negara," ujarnya melalui keterangan di Mataram, Senin (02/3).

Iqbal menjelaskan pihaknya berkoordinasi langsung dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Kuwait.

Langkah itu merupakan bagian dari tanggung jawab moral kepala daerah untuk memastikan warganya tetap dalam perlindungan negara, meskipun berada di luar wilayah Indonesia.

Dalam pembicaraan itu, seluruh perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) memastikan bahwa warga negara Indonesia yang terdata berada dalam pemantauan intensif melalui jaringan masyarakat Indonesia di masing-masing negara.

Para duta besar juga menyampaikan bahwa rencana kontingensi telah diaktifkan sebagai langkah antisipatif apabila terjadi peningkatan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah NTB secara khusus menitipkan warga NTB kepada para duta besar di negara Timur Tengah agar mendapatkan perhatian dan perlindungan maksimal.

"Saya menitipkan secara khusus warga NTB kepada para duta besar. Keselamatan mereka adalah prioritas," kata Iqbal.

Ia mengimbau masyarakat NTB yang memiliki anggota keluarga di kawasan Timur Tengah untuk memastikan data keberadaan mereka tercatat di KBRI atau KJRI setempat, serta tetap mengikuti arahan resmi perwakilan Pemerintah Indonesia.

Pemerintah NTB menegaskan untuk selalu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan KBRI maupun KJRI di luar negeri guna memantau perkembangan situasi serta memastikan perlindungan warga asal NTB berjalan optimal.

"Kami terus memantau dan berkoordinasi secara rutin. Pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap situasi global yang berpotensi berdampak pada warga kami,” kata Iqbal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.