Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Literasi Generasi Muda Mestinya Dapat Diperkaya dengan Media Sosial

📅 Senin, 20 Apr 2026, 06:23 WIB | Oleh:
Literasi Generasi Muda Mestinya Dapat Diperkaya dengan Media Sosial Doc: ist
Ket. budaya literasi

JAKARTA -  Dunia media sosial saat ini jauh membuat budaya literasi semakin dekat generasi muda. "Saya melihat literasi ini semakin dekat dengan anak-anak muda dan media sosial lebih mendekatkan mereka," ujarnya Penulis muda Nadhifa AllyaTsana, usai menghadiri wisata buku (tour book) di Makassar, Minggu.

Menurut Nadhifa, perkembangan platform digital membuat akses terhadap bacaan dan diskusi literasi menjadi jauh lebih terbuka dibandingkan sebelumnya.

Ia melihat anak-anak muda kini lebih mudah menemukan ruang untuk membaca, berbagi, hingga mendiskusikan karya sastra melalui media sosial. "Saya melihat literasi ini semakin dekat dengan anak-anak muda dan media sosial lebih mendekatkan mereka,” katanya.

Ia mengungkapkan, pada awal dirinya aktif menulis dan menggunakan media sosial seperti Instagram, cukup sulit menemukan komunitas atau forum yang memiliki minat bacaan serupa.

Namun kondisi tersebut kini telah berubah signifikan. Media sosial justru menjadi jembatan yang mempertemukan para pembaca dan penulis dengan minat yang sama, sekaligus memunculkan kembali gairah literasi di kalangan generasi muda. 

Nadhifa mencontohkan, buku-buku yang dahulu ia baca seperti Luka, Ronggeng, dan Dukuh Paruk kini semakin sering muncul di berbagai platform digital, lengkap dengan ulasan dan diskusi dari para pembaca. "Hal ini menunjukkan bahwa karya sastra memiliki audiens yang luas dan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi," tuturnya.

Ia juga menilai bahwa kehadiran berbagai forum diskusi buku di media sosial membuka peluang besar bagi penulis untuk terhubung langsung dengan pembaca. Interaksi tersebut tidak hanya memperkaya perspektif, tetapi juga memperkuat ekosistem literasi yang lebih inklusif dan kolaboratif.

Lebih lanjut, Nadhifa menekankan bahwa literasi sejatinya memiliki jalannya sendiri untuk kembali kepada setiap individu. Namun, menurutnya, upaya tersebut perlu didukung dengan semangat kolaborasi antara sesama pembaca dan penulis.

“Sesama pembaca dan penulis itu harus sama-sama dalam kolaborasi dan tidak boleh disimpan,” ucap gadis kelahiran 1998 itu. Nadhifa berharap tren positif ini terus berkembang sehingga budaya literasi di Indonesia semakin kuat, terutama di kalangan generasi muda yang kini semakin akrab dengan teknologi digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.